1.725 Hektare Padi Barut Rusak Akibat Banjir

Seluas 1.725 hektare tanaman padi sawah tersebar sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Selatan dan Montallat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, rusak karena terendam banjir. <p style="text-align: justify;">Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Barito yang telah memasuki hari keenam.<br /><br />"Banjir yang melanda sejumlah desa di pinggiran Sungai Barito ini telah sepekan terakhir menyebabkan tanaman padi sawah di sejumlah desa rusak," kata Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut) Yudi Eldovi Rakhman di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Menurut Yudi, sejumlah lahan pertanian terutama padi sawah yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Montallat di antaranya Kelurahan Montalla I seluas 50 hektare, Montallat II mencapai 150 hektare, Desa Tumpung Laung I 50 hektare, Tumpung Laung II mencapai 325 hektare.<br /><br />Kemudian Desa Sikan seluas 175 hektare, Rubei 25 hektare, Paring Lahung 75 hektare dan Desa Kamawen 25 hektare, sedangkan di wilayah Kecamatan Teweh Selatan hanya Desa Trinsing sekitar 50 hektare.<br /><br />"Ribuan hektare tanaman padi yang mati itu akan diganti kembali yang benihnya berasal dari bantuan pemerintah daerah," kata Yudi.<br /><br />Yudi mengatakan, tanaman padi sawah yang rusak itu merupakan lahan musim tanam Oktober-Maret 2012/2013 dengan varietas jenis ciherang, inpari 1, inpari 3 dan padi lokal.<br /><br />Tingkat kerusakan yakni usia tanam pada umur 1-15 hari mencapai 65 persen dan tanaman padi yang masih dalam semaian siap tanam sekitar 35 persen.<br /><br />"Akibat banjir tersebut tanaman padi tenggelam yang ketinggian air di kawasan tersebut antara 1-2 meter," ujar dia.<br /><br />Pada musim tanam Oktober-Maret tersebut Pemkab Barito Utara menargetkan sasaran musim tanam di sejumlah sentra tanaman padi sawah dan ladang di daerah ini ditargetkan seluas 11.878 hektare dengan sasaran produksi 25.456 ton gabah kering giling (GKG).<br /><br />Sedangkan padi sawah mencapai 2.010 hektare tersebar di wilayah Kecamatan Gunung Timang, Teweh Tengah, Teweh Selatan, Teweh Baru dan Montallat, sedangkan padi ladang seluas 9.868 hektare tersebar di enam kecamatan.<br /><br />Sementara pantauan di Muara Teweh, ketinggian banjir kiriman dari wilayah hulu tersebut mulai berkurang atau surut, namun sejumlah tempat kawasan yang diterjang banjir baik kawasan padat penduduk dan perdagangan masih terendam banjir.<br /><br />"Banjir mulai surut sekitar 0,5 meter, namun sejumlah jalan dan kawasan pemukiman masih terendam banjir dan belum bisa dilewati kendaraan bermotor," kata Fahri Fauzi warga Jalan Panglima Batur Muara Teweh.<br /><br />Kawasan dalam kota Muara Teweh yang masih terendam banjir di antaranya Jalan Imam Bonjol, Jalan Merak, Jalan Dahlia, Jalan Cempaka Putih, Jalan Perwira, Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Mangkusari.<br /><br />Bahkan kawasan perdagangan diantaranya Jalan Panglima Batur, Jalan Sumbawa, Jalan Timor, Jalan Sengaji Hulu dan Jalan Sengaji Hilir masih lumpuh, kawasan pertokoan, hotel dan perbankan masih terendam banjir sekitar 50 cm – 1 meter.<br /><br />"Kalau di wilayah hulu atau di Kabupaten Murung Raya tidak turun hujan lebat, diperkirakan dalam beberapa terakhir banjir sudah surut semua," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.