11 Tahun Abruk, Warga Harapkan Jembatan Kalan Dibangun Kembali

MELAWI, KN – Masyarakat di Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir berharap pemerintah kembali membangun jembatan yang berada di Sungai Ella. Jembatan tersebut pasca ambruknya pada tahun 2008 silam, yang diakibatkan banjir bandang, belum ada tanda-tanda jembatan tersebut akan dibangun. About jembatan tersebut hingga kini masih tergeletak di menutupi aliran sungai.

Warga Nanga Kalan, Lebak (36), berharap Pemkab Melawi, melalui instansi terkait bisa memperbaiki jembatan tersebut.

Menurut warga, keberadaan jembatan amat penting untuk menunjang aktivitas penduduk setempat.

“Sebelumnya, jembatan ini ambruk pada tahun 2008 lalu. Sejak masih Bupati Melawi, Firman Muntaco hingga kini, jembatan yang ambruk itu dibiarkan terbengkalai. Padahal, sudah diusulkan pembangunan kembali, baik melalui DPRD Melawi maupun melalui pemerintah setempat, namun hingga kini belum ada tanda-tanda dibangun,” ungkapnya saat berada di Nanga Pinoh.

Lanjut Lebak, sejak ambruknya jembatan itu tahun 2008 lalu, hingga memasuki tahun 2019, warga belum mendapat kepastian kapan akan dibangun kembali.

“Kami berharap, perhatian Pemkab Melawi untuk membangun kembali fasilitas jembatan penyeberangan penting antar desa dan dusun itu,” harap Lebak.

Sementara itu, Anggota DPRD Melawi, Mulyadi mengakui, beberapa tahun lalu memang aspirasi masyarakat Kecamatan Ella Hilir khususnya untuk pembangunan kembali jembatan itu sudah disampaikan ke DPRD Melawi.

Mulyadi mengatakan, bahwa pihaknya sudah menampung aspirasi itu, selanjutnya disampaikan ke pemerintah setempat, agar Pemkab Melawi membangun kembali jembatan, sebagai yang berwenang membangun.

“DPRD sudah menampung aspirasi masyarakat, kemudian kita sampaikan ke Pemkab Melawi. Soal dibangun kembali atau tidak itu menjadi tanggungjawab pemerintah yang memiliki anggaran,” katanya.

Namun begitu, Ia meminta agar jembatan ambruk segera diperbaiki karena salah satu akses utama masyarakat disana.

“Kami meminta dinas terkait untuk bergerak cepat melakukan normalisasi agar jembatan aset kabupaten tersebut dapat dilalui seperti sedia kala. Kita berbarap bisa dibangun mulai tahun 2020 mendatang,” pungkasnya. (ED/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.