2014, DPRD Sintang Miliki Staf Ahli

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang mulai 2014 akan memiliki staf ahli. Keberadaan staf ahli diperuntukkan membantu kinerja dewan dalam perancangan peraturan daerah. Demikian kata sekrestris DPRD Sintang Abdul Syufriadi, Selasa(22/110/2013). <p style="text-align: justify;">"Sudah disetujui. 2014 mulai berjalan. Keberadaan staf ahli sudah lama diusulkan. Realisasi baru sekarang, karena anggaran sebelumnya tidak memungkinkan.Tapi nanti tetap akan koordinasi dengan Provinsi dan Pusat. Pola teknisnya akan dipelajari dari daerah yang sudah mempunyai staf ahli di DPRD," kata dia. <br /> <br />Menurut Abdul, staf ahli yang dianggarkan untuk dua orang. Begitu pula dengan spesifikasi keahliannya. Terbagi atas dua macam. Yakni bidang hukum dan ekonomi. Latar belakang bisa dari akademisi atau profesional. Keahlian yang dimiliki itu sangat diharapkan mampu menunjang kinerja dewan dalam menelaah pembahasan tiap raperda. <br /> <br />"Tapi sangat dimungkinkan staf ahli berasal dari akademisi dengan menggandeng perguruan tinggi di Kalbar. Namun semua akan dilihat kembali sesuai kebutuhan. Maka kita bakal terus koordinasi dalam tahap implementasinya kedepan. Kalau untuk secara umum, keberadaan staf ahli memang diperlukan," kata Abdul. <br /> <br />Abdul menambahkan staf ahli juga tidak berkantor setiap hari. Hanya di waktu tertentu saja, sesuai kebutuhan. Misal ketika masa persidangan atau selagi perancangan draf usulan raperda. Pembuatan naskah akademis, jika dewan memang mengusulkan inisiatif perda, maka staf ahli diperlukan untuk mendampingi. <br /> <br />Kendati demikian, lanjut Abdul, staf ahli tetap disediakan ruang kerja khusus. Dan di gedung DPRD baru tersedia ruang tersebut, sementara di gedung sekarang belum dilengkapi fasilitasi itu. "Pimpinan DPRD sudah mengusulkan pada 2014 gedung DPRD baru untuk ditempati. Fasilitas ruangnya lebih resprentatif dan menunjang kebutuhan," kata Abdul. <br /> <br />Ia menambahkan, dalam waktu dekat, Sekwan akan mengutus pejabatnya, untuk studi banding. Khusus mekanisme keberadaan staf ahli. Sehingga saat berjalan, semua sudah siap. "Jadi kita ingin lebih paham pola yang dijalankan. Tapi intinya kita sudah siap untuk menyiapkan staf ahli," kata dia. (beny)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.