27 Bidan Praktek Swasta Sintang Enggan Ikut Program Jampersal

Program Jaminan Persalinan (Jampersal) Gratis bagi ibu hamil yang akan persalinan dan pascanya di Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah, Puskesmas Pembantu, Polindes dan Ponkesdes untuk menekan ibu hamil, ternyata tidak disambut gayung manis oleh para Bidan Swasta di Sintang. Pasalnya dari 27 Bidan Praktek Swasta (BPS) yang membuka praktek sendiri dirumah dan poliklinik belum melakukan Kesepakatan dengan Dinkes dalam menyukseskan Jampersal. <p style="text-align: justify;">"Dari 27 BPS yang kita kirimkan surat untuk mendukung program Jampersal belum satupun yang memberikan tanggapannya untuk bergabung," kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang, dr.Marcus Gatot Budi Prihono, M.Kes kepada kalimantan-news.com, Senin (25/04/2011)<br /><br />Padahal pihaknya juga mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada para bidan praktek swasta ini (BPS) melalui Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sintang.<br /><br />Menurut Marcus, belum adanya kesepakatan dengan BPS yang mau ikut program Jampersal, dimungkinkan masih dihitung untung ruginya. Pasalnya, kalau ikut Program Jampersal, BPS hanya diganti biaya Rp 420 ribu untuk pemeriksaan ibu hamil, persalinan dan pasca persalinan (masa nifas 42 hari).<br /><br />“Mereka menganggap klaim untuk biaya persalinan dan lain-lain yang ditetapkan dalam Jampersal tersebut terlalu kecil nilainya,” ungkap Marcus.<br /><br />Ditambahkan, untuk nilai biaya persalinan yang ditetapkan dalan jampersal adalah Rp 350 ribu per setiap persalinan, biaya pemeriksaan kehamilan senilai Rp 10 ribu per setiap pemeriksaan .<br /><br />“Untuk pemeriksaan kesehatan kehamilan ini, setiap kali pemeriksaan Rp 10 ribu. Pemeriksaan 4 kali, artinya mereka mendapatkan Rp 40 ribu,” jelasnya.<br /><br />Sedangkan untuk pasca persalinan atau masa nifas diganti senilai Rp 30 ribu, yang totalnya para BPS mendapatkan klaim dari Jampersal Rp 420 ribu.<br /><br />"Mungkin belum ada yang memberikan jawaban atas surat kita itu, karena menganggap klaim Jampersal terlalu murah dan tak banding dengan biaya yang dikeluarkan BPS bila prakter sendiri, soal pelayanan dan biaya operasional serta obat-obatnya," ungkapnya.<br /><br />Namun demikian dirinya tetap menghimbau kepada para BPS agar turut berperan serta dalam program Jampersal ini. Pihaknya mengaku tidak memberikan tenggat waktu bagi para BPS memberikan jawaban kesedian bergabung di program Jampersal.<br /><br />“Kapan saja mereka memberikan jawaban, kita akan langsung buat MoU-nya,” kata Marcus.<br /><br />Dari data Dinas Kesehatan Sintang, di kabupaten Sintang terdapat 27 bidan praktek swasta serta 1 klinik bersalin. 21 BPS berada di kecamatan Sintang, 2 di Serawai, serta masing-masing 1 di kecamatan Kayan Hulu, Sei Tebelian, Ambalau, dan Sepauk.<strong> (*)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.