60 Persen Kebakaran Dipicu Korsleting Listrik

SINTANG – Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sintang, Yudius mengatakan hampir 60 persen musibah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, termasuk delapan ruko yang kemarin ludes terbakar.

“Memang 60 persen hasil penelitian kebakaran bermula dari korsleting listrik, termasuk yang kemarin (Minggu 9/6/2019-Red) ,” kata Yudius.

Selain itu lanjut Yudius faktor bangunan tua juga berpengaruh, Sementara 40 persen lagi human error.

Yudius mengatakan, sepanjang tahun 2019, sudah sembilan kali musibah kebakaran terjadi di Kabupaten Sintang. Jumlah ini, sudah termasuk kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran perumahan dan permukiman.

“Kalau dihitung per ruko yang terbakar ya lumayan. Tapi belum seperti tahun lalu banyaknya,” ungkapnya.

Kedepan, Yudius berencana menggandeng PLN untuk sosialisasi pencegahan kebakaran, mengingat hasil penelitian menunjukan 60 persen musibah kebakaran disebabkan dari korsleting listrik.

“Jaringan perlu dirawat. Instalasi listrik juga harus sesuai standar. Karena kalau tidak, listrik lebih rentan dan mudah memicu kebakaran. Kedepan kami akan mengundang PLN untuk sosialisasi ke masyarakat,” sebut Yudius.

Berangkat dari persoalan tersebut, Anggota DPRD Sintang Heri Maturida meminta agar permasalahan ini cepat ditangani, agar ke depan dapat meminimilisir kejadian kebakaran yang disebabkan oleh aliran listrik itu.

“PLN harus ikut andil juga dalam pengawasan. Contohnya sejauh ini banyak kabel telanjang di ruko-ruko. Pemilik ruko tidak tahu secara teknis, PLN lah yang tahu, maka daru itu PLN harus proaktif, menyampaikan hal-hal seperti itu agar dapat diganti,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya
Masyarakat juga harus proaktif dan jangan sampai sok tahu, kalau memang ada yang dirasa tidak beres dengan aliran listriknya, baik itu kabel maupun lainnya, jangan dikerjakan sendiri. Tapi lapor dengan pihak PLN.

“Konsultasi dengan PLN, jangan mengambil langkah sendiri. Karena itu bisa saja berakibat fatal. Contohnya saya, kalau ada apa-apa dengan aliran listrik di rumah, pasti saya langsung telpon PLN,” terangnya.

Diakuinya sejauh ini memang kinerja PLN sudah maksimal, hanya saja memang terkadang ada keteledoran, itu mungkin dikarenakan kebanyakan pelanggan yang ditanggani sehingga kesalahan-kesalahan itu bisa terjadi, terangnya. (TS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.