8.253 Bayi Di Landak Rentan Penyakit Campak

Sebanyak 8.253 atau 32,75 persen bayi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dinilai rentan terhadap penyakit campak, kata Sekretaris Daerah Kabupaten Landak Ludis. <p style="text-align: justify;">"Jumlah bayi yang rentan terhadap penyakit campak itu terhitung untuk periode tahun 2008-2010. Sedangkan sasaran keseluruhan untuk program imunisasi saat ini sebanyak 25.194 bayi," kata Ludis saat pencanangan pekan imunisasi nasional campak dan polio di Kecamatan Sompak, Landak, Jumat.<br /><br />Ia menegaskan, cakupan imunisasi campak saat ini baru mencapai 79,11 persen atau 19.930 bayi. Berarti masih ada 5.264 atau 20,89 persen bayi yang belum diimunisasi campak dan cakupan imunisasi polio 81,76 persen atau 20.601 bayi, sehingga masihu ada 3.593 bayi atau 18,23 persen bayi yang belum diimunisasi polio.<br /><br />"Setiap 20 menit satu anak Indonesia mati akibat komplikasi campak. Kemudian, imunisasi tambahan pada tahun 2005-2007 menyisakan 30-40 persen anak berisiko terkena campak," kata Ludis.<br /><br />Oleh karena itu, katanya, Pemerintah menggelar imunisasi campak dan polio tambahan pada 18 Oktober hingga 18 November 2011. Adapun kampanye campak dan polio yang dicanangkan tersebut adalah momen yang harus didukung semua lintas sektoral dan lapisan masyarakat.<br /><br />"Tanpa dukungan kita semua, upaya yang baik ini tidak akan tercapai. Ini berarti bahwa kita ikut membiarkan anak kita sebagai penerus bangsa rawan dari penyakit," kata Ludis.<br /><br />Sebelumnya Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengatakan, angka kasus campak di provinsi itu mengalami peningkatan.<br /><br />"Tahun 2009 tercatat sebanyak 333 kasus, tahun 2010 turun menjadi 221 kasus, kemudian tahun 2011 hingga Oktiber sudah tercatat 349 kasus," kata Christiandy saat pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2011 di Pontianak.<br /><br />Ia mengatakan, Kalimantan Barat menargetkan 437.298 anak dari 488.000 anak di provinsi itu bisa mendapatkan imunisasi campak.<br /><br />"Itu sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk dapat menurunkan angka kasus campak di Kalbar," tegas Christiandy. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.