Akhirnya PT RKA Penuhi Panggilan DPRD Melawi

PT Raffi Kamajaya Abadi (RKA) akhirnya memenuhi undangan komisi C DPRD Melawi, terkait dengan polemik yang terjadi antara perusahaan dengan kontraktor dan masyarakat di sekitar perkebunan. <p style="text-align: justify;">Pertemuan yang dipimpin oleh ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin tersebut dilakukan di ruang rapat beberapa hari lalu. Pertemuan itu dihadiri langsung presiden direktur PT Raffi Kamajaya Abadi, Moch Azlisham Jaffar, yang berasal dari Malaysia.<br /><br />Tajudin mengungkapkan, undangan yang disampaikan DPRD tersebut sejatinya hanya untuk mengklarifikasi berbagai persoalan yang didapati oleh tim verifikasi di lapangan beberapa waktu lalu.<br /><br />“Yang pertama berkaitan dengan pembangunan plasma, apakah benar luasnya mencapai 17.000 H, sedangkan plasma yang sudah dibangun baru 1893 H, harusnya kan 3400 H, kenapa bisa jauh seperti ini, Apa sebab pembangunan inti tidak bersamaan dengan plasma harusnya sesuai aturan kan bersamaan” kata Tajudin.<br /><br />Selanjutnya kata Tajudin, tim verifikasi juga menemukan, bahwa kewajiban perusahaan kepada masyarakat dan buruh belum dilaksanakan. Selain itu Tajudin juga mempertanyakan sejauh mana hasil audit yang dilakukan perusahaan.<br /><br />“Kapan hasil auditnya, dan kapan pembayaran terhadap karyawan dan kontraktor bisa dilaksanakan,” tandasnya.<br /><br />Persoalan lain yang menjadi pertanyaan Tajudin adalah realisasi CSR yang dilakukan perusahaan sudah sejauh mana. Sebab dari hasil verifikasi pelaksanaan CSR tidak dapat dilakukan perusahaan dengan baik oleh perusahaan.<br /><br />“Selanjutnya adalah berkenaan dengan kebakaran lahan yang terjadi beberapa waktu lalu, apa antisipasi perusahaan terkait dengan kebakaran,” katanya.<br /><br />Presiden Direktur PT Raffi Kamajaya Abadi, Moch Azlisham Jaffar, mengatakan, pembangunan kebun plasma untuk sementara ini mencapai 17.000 H, namun untuk kebun inti 15555. Kata Azlis pekerjaan terpaksa dihentikan sementara karena masih proses audit.<br /><br />“Sedangkan terkait dengan pembayaran kita tetap akan lakukan, namun kita masih melakukan pemeriksaan, kita akan periksa SPK , kita juga akan lakukan pemeriksaan bersama dengan kontraktornya,” tandasnya.<br /><br />Terkait dengan pelaksanaan CSR, kata Azlis sudah dilaksanakan, namun memang belum terprogram, hanya saja sifatnya baru sebatas memberikan bantuan saat ada proposal yang masuk kepada perusahaan. <br /><br />“Dan itu terekap dalam draf kami, kalau untuk yang terprogram memang belum kami lakukan,” katanya.<br /><br />Berkenaan dengan kebakaran lahan, Azlis mengungkapkan, hal itu terjadi karena ketidak sengajaan, bahkan menurutnya kebakaran bersumber dari luar yang kemudian masuk ke lahan perusahaan.<br /><br />“Antisipasi kita sudah lakukan, perlengkapan juga sudah ada, namun karena api terlampau besar maka kami tidak bisa menangani secara maksimal sehingga kita juga meminta bantuan dari manggala agni dari Sintang,” tandasnya. <br /><br />Lebih lanjut Ketua Komisi C DPRD Melawi, Malin mengatakan, sepertinya terjadi persepsi antara presdir yang sekarang dengan dahulu, sehingga persoalan yang terjadi saat ini tidak kunjung selesai.<br /><br />“Yang menjadi pertanyaannya masih sanggup kah perusahaan beroperasi di Melawi, kalau tidak sanggup silahkan sampaikan kepada pemerintah biar izinnya dicabut, kalau masih sanggup kapan akan dilakukan pembayaran,” katanya.<br /><br />Malin mengatakan, perusahaan tidak lagi perlu menyampaikan argumentasi yang bermacam-macam, sebab hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Yang diharapkan hanyalah kepastian dari perusahaan.<br /><br />Kata Malin, pada awalnya perusahaan menjanjikan muluk-muluk kepada perusahaan saat melakukan sosialisasi, namun pada akhirnya janji tersebut tidak pernah direalisasikan. Bahkan kata Malin sebenarnya dulu dirinya termasuk orang yang membenci perusahaan Raffi karena tidak ada kejelasan.<br /><br />“Namun karena demi pembangunan saya akhirnya berani pasang badan dan masyarakat bersedia menyerahkan lahan, namun kenapa setelah berjalan sekarang justru seperti ini,” katanya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.