Anak TK dan SD di Melawi Menyuarakan Peduli Rohingya

Kekerasan yang dilakukan Ekstrimis Budha dan Militer Myanmar terhadap Rohingya di Rhakine State merupakan tindakan yang sangat tidak berprikemanusiaan dan merupakan pelanggaran HAM berat yang tidak bisa dibenarkan oleh agama, Negara maupun dunia. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut merupakan sebuah konflik yang menimbulkan banyak korban masyarakat sipil, ibu-ibu dan anak-anak kecil yang tak berdosa. Sampai hari ini ratusan orang telah meninggal dan ratusan ribu lainnya mengungsi untuk menghindari pembataian yang dilakukan ekstrimi biksu dan milter Myanmar. Hal tersebut sudah semestinya menjadi perhatian dan kepedulian masyarakat dunia. <br /><br />Untuk memberikan rasa peduli kepada saudara-saudara di Rohingya, anak Taman kanak-Kanak (TK) dan Sekolah dasar (SD) Insan kamil menggelar aksi solidaritas di lapangan kuliner kecamatan Nanga Pinoh, Jumat (15/9). <br /><br />Berbagai spanduk menyatakan sikap kepedulian terhadap rohingnya dibentangkan oleh anak-anak tersebut.salah satu tulisan sepanduk tersebut yakni “Mengapa Kita Perlu Membantu Rohingya, Karena Kita Manusia, Karena Kita Indonesia, Karena Kita Beragama”.<br /><br />Tampak wajah-wajah polos anak-anak tersebut menyuarakan mari kepedulian terhadap saudara-saudara di Rohingya. Yang mana terlihat disamping setiap anak juga diikuti para orangtuanya, yang juga bersemangat menyuarakan kepedulian kepada rohingya tersebut.<br /><br />Salah seorang orangtua murid, Irma Sumarni merasa bangga menyekolahkan anaknya ke sebuah TK yang peduli terhadap kemanusiaan. Artinya ada nilai positif yakni mengajarkan anak bagaimana peduli terhadap sesama manusia.<br /><br />“Kalau kami sebagai orangtua, tentu mendukung sekali jika ada kegiatan kepedulian terhadap orang-orang yang sangat membutuhkan kita, seperti saudara-saudara di Rohingya. Apalagi dalam kegiatan tersebut juga melakukan penggalangan dana dari para orangtua siswa. Itu mengajarkan tentang kebaikan, bagaimana saling berbagi,” pungkasnya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.