Anggaran Pembelian Mobil Dinas Bupati Rp1,5 Miliar

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rimbun meminta agar alokasi dana pembeian mobil bupati sebesar Rp1,5 miliar ditinjau kembali karena terlalu mahal. <p style="text-align: justify;">"Rencana pembelian mobil dinas untuk Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi adalah pemborosan anggaran dan menunjukan bahwa bupati tidak pro-rakyat," kata Rimbun di Sampit, Rabu.<br /><br />Dana pembelian mobil dinas bupati dalam APBD Perubahan 2011 harus dikurangi karena kondisi APBD-P 2011 sangat memprihatinkan sehingga penggunaannya harus hemat dan tepat sasaran.<br /><br />Pembelian kendaraan dinas untuk bupati bukan kebutuhan mendesak dan karena mobil dinas sebelumnya masih bagus serta layak pakai.<br /><br />Menurut Rimbun, masih banyak program pembangunan yang membutuhkan dana, jadi tidak ada salahnya jika sebagian dana tersebut dialihkan untuk pembangunan.<br /><br />Anggaran yang tersedia pada APBD-P 2011 Kotawaringin Timur terkesan dipaksakan untuk belanja dan sebagian besar bukan untuk kepentingan rakyat.<br /><br />"Berdasarkan hasil keputusan rapat anggota Komisi III DPRD bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kotawaringin Timur dana yang rencana untuk membeli mobil dinas bupati dipangkas atau dikurangi dari yang semula Rp1,5 miliar menjadi Rp1 miliar," katanya.<br /><br />Sisa dana hasil pemangkasan anggaran sebesar Rp500 juta nantinya akan dikembalikan ke kas daerah, karena saat ditawarkan untuk penambahan pembangunan ke dinas tidak satupun SKPD yang berani menerima dana tersebut.<br /><br />Pihak SKPD tidak berani menerima penambahan dana tersebut diduga takut dengan bupati karena dana itu berasal dari hasil pemangkasan rencana pembelian mobil dinas bupati.<br /><br />Sementara Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kotawaringin Timur Yohanes Aridian mengaku heran terhadap penolakan penambahan dana pembangunan yang dilakukan SKPD.<br /><br />"Sebelumnya banyak pimpinan SKPD yang mengeluh tidak dapat melaksanakan program pembangunan dengan maksimal karena terbatasnya dana, namun setelah kami tawari untuk ditambah mereka malah menolak," ujarnya.<br /><br />Rencana pembelian mobil dinas bupati sebuah tindakan pemborosan anggaran dan perencanaanya juga tidak terprogram dengan baik, sebab jenis kendaraan yang akan dibeli juga tidak dicantumkan dalam usulan tersebut.<br /><br />Sementara Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Imam Subekti mengatakan belum dicantumkannya jenis kendaraan yang akan dibeli ke dalam usulan karena masih menunggu arahan dari Sekertaris Daerah (Sekda).<br /><br />"Untuk sementara waktu kami belum bisa memastikan jenis kendaraan yang akan dibeli sebab semua itu menjadi kewenangan Sekda dan anggaran yang mencapai Rp1,5 miliar tersebut rencananya untuk membeli dua buah unit kendaraan dinas, satu untuk bupati dan yang satunya lagi untuk operasional sekretariat," ungkapnya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.