Antisipasi Sara dan Berita Hoax, Kapolres Melawi Sambangi Para Tokoh

MELAWI – Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin didampingi pejabat Polres lainnya lakukan silaturahmi dengan mengunjungi mengunjungi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Melawi,serta pondok pesantren (Ponpes) Tahfizh Bustanul Quran Pimpinan Joko Supeno serta santri dan Persatuan Orang Melayu (Pom) Melawi. Kunjungan tersebut dilakukan juga sebagai langkah mengantisipasi provokasi dari informasi Hoax serta isu provokatif.

“Dalam kunjungan ini kami mengajak kepada tokoh agama, Terutama MUI Melawi serta pimpinan pondok pesantren dan santri untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta menghindari berita Hoax,” kata, kemarin.

Lebih lanjut Ia mengtakan, Bahayanya berita Hoaxs terlihat dari negara lain seperti Mesir, Suriya, Srilangka Libia dan lain-lain. Dengan adanya Hoax Negara bisa hancur .Namun Polres Melawi tetap komitmen untuk menjaga Indonesia agar terhindar dari berita Hoax khususnya Melawi. Berita hoaks dan fitnah sangat membahayakan.Maka untuk itu dukungan dari eleman masyarakat termasuk pimpinan Agama ikut mendukung langkah Polri dalam memberantas Hoax,

“Harapan kami masyarakat tolong bijaklah dalam bermedia sosial .Tidak gampang menyebarkan berita yang tidak jelas sumber dan asal usulnya.Terlebih lagi dalam waktu dekat kita di hadapi dengan pesta demokrasi,” ungkapnya.

Sesuai undang-undang yang berlaku, kata Fadlin, pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan ada pihak-pihak dengan sengaja menyebarkan berita bohong. “Apalagi jika informasi tersebut merupakan isu profokatip. Kita akan menindak tegas,” katanya.

Sementara itu,Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Melawi yang juga Pengasuh Pondok pesantren Tahfizh Bustanul Quran Joko Supeno Mukti Menjelaskan,memang berita Hoax itu pada saat zaman Nabi sudah ada. Agama juga melarang adanya berita bohong.

“Makanya di dalam Al-Quran sudah di jelaskan,Dicek dulu beritanya jangan asal menyebarkan isu yang menghancurkan serta mengadu domba,” terangnya.

Joko Supeno sebagai Ketua MUI Melawi juga menyatakan sikapnya untuk menolak adanya berita hHoax serta isu sara yang tidak jelas dan yang dapat menimbulkan gejolak sosial di Masyarakat.

“MUI Melawi, Saya tegaskan menolak berita Hoax terlebih lagi dalam berpolitik.Utamakanlah politik santun, isu-isu yang mendidik.Bukan politik isu sara dengan menyampaikan berita bohong,” Tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga harus cerdas dalam melihat berita yang di sampaikan dan di bagikan terutama di Media sosial, “Saya rasa masyarakat Melawi sudah paham dan bijak serta mengerti, mana berita Hoax yang tidak perlu di tanggpai serta di bagikan ,” pungkasnya. (Edi/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.