Aparat Halau Massa Mencoba Masuk Rumah Betang

Aparat TNI pendukung anggota Polda Kalimantan Barat yang mengamankan situasi Kota Pontianak, Kamis malam, menghalau mundur massa yang berjumlah sekitar 50 orang yang mencoba masuk ke Kompleks Rumah Betang Panjang di Jalan Sutoyo kota tersebut. <p style="text-align: justify;">Massa yang datang dari arah seberang Kota Pontianak atau Kecamatan Pontianak Timur mencoba memasuki kawasan rumah Betang, yang merupakan rumah adat milik Suku Dayak, di Jalan Sutoyo, pada sekitar jam 22.30 WIB.<br /><br />Mereka maju perlahan dengan memaksa, namun dapat dihalau aparat polisi yang membawa pentungan (pasukan antihuru-hara).<br /><br />Massa sempat menerobos barikade polisi, tetapi anggota TNI dari pasukan Kavaleri sempat memberikan tembakan peringatan ke atas, sehingga massa tersebut mundur dan menjauh dari kawasan Rumah Betang.<br /><br /> "Sudah ‘dipukul’ mundur, sekarang posisi massa ini di depan gedung wanita Kartini (sekitar 200 meter dari Rumah Betang). Situasi sudah terkendali," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar yang berada di lokasi kejadian.<br /><br />Polisi menyebut massa yang mencoba masuk ke Rumah Betang tampaknya bukan lagi massa dari Front Pembela Islam (FPI).<br /><br /> "Bukan, simbolnya sudah lain," kata Mukson yang belum bisa menjelaskan asal massa tersebut.<br /><br />Sementara itu, hingga malam ini sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak, Siantan menuju ke Kota Pontianak, Jl Sultan Hamid, Veteran, Ahmad Yani diblokir aparat untuk menghalau massa yang bergerak perlahan menuju ke Rumah Betang di Jalan Sutoyo.<br /><br />Kabid Humas Polda menambahkan, guna mencegah semakin luasnya insiden malam ini, pihaknya akan mendapatkan bantuan sebanyak 300 personel Brimob dari Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah. <br /><br />"Besok pasukan itu didatangkan," katanya.<br /><br />Insiden pada malam ini merupakan rentetan dari peristiwa penurunan spanduk yang bertuliskan penolakan FPI yang terpampang di asrama Pangsuma di Jalan Wahid Hasyim Kota Pontianak, Rabu (14/3) siang.<br /><br />Keributan itu sebetulnya sudah selesai dimediasi aparat kepolisian dengan dilakukan dialog antartokoh masyarakat, perwakilan pemuda Dayak dan FPI di markas Polresta Pontianak pada malam harinya.<br /><br />Setelah Kamis siang tadi ratusan pemuda Dayak berdemonstrasi ke Polda Kalbar, namun ternyata masih berlanjut adanya massa lain hingga malam ini.<br /><br />Polda Kalbar sebelumnya telah menurunkan sebanyak 200 personel terdiri dari 100 anggota Brimob dan 100 anggota Sabhara untuk mengamankan situasi yang terus berkembang di wilayah hukum Polresta Pontianak ini.<br /><br />Sejumlah pihak meminta agar masyarakat Kalbar tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu yang berkembang saat ini.<br /><br />Mereka itu di antaranya mengatasnamakan Forum Cinta Damai yang terdiri dari sejumlah pemuda berbagai etnis dan agama di Kalbar. Mereka meminta agar masyarakat Kalbar menguatkan kembali modal sosial dalam pembangunan berupa kedamaian, kerukunan, dan toleransi antaretnis, antaragama, dan antarkelompok masyarakat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.