Apindo :Indonesia Bisa Jadi Negara Ekonomi Besar

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi, menegaskan Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar, asalkan memiliki sosok pemimpin yang mampu memanfaatkan potensi itu. <p style="text-align: justify;">Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi, menegaskan Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar, asalkan memiliki sosok pemimpin yang mampu memanfaatkan potensi itu.<br /><br />"Indonesia harus punya peran dalam konteks tren pergeseran kutub ekonomi dari Amerika Serikat dan Eropa menuju Asia Timur, jangan semuanya diserahkan kepada China," kata Sofjan dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.<br /><br />Sofjan mengatakan saat ini banyak pihak yang menaruh harapan agar Indonesia mampu mengambil peran penting dalam tatanan ekonomi global. Hal itu terbukti dengan keketuaan Indonesia di ASEAN dan keterlibatan negara ini dalam berbagai forum seperti APEC dan East Asian Summit (EAS) serta keikutsertaan Indonesia dalam forum ekonomi negara G20.<br /><br />"Sayang sekali kita tidak memanfaatkan kesempatan itu karena belum menyelesaikan "pekerjaan rumah" kita sendiri. Akhirnya, berbagai pihak tidak bisa berharap banyak kepada Indonesia," kata Sofjan.<br /><br />Menurut Sofjan, faktor kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia, sehingga komitmen terhadap prioritas ekonomi dalam pemerintah sangat diperlukan guna mewujudkan peran yang lebih luas itu.<br /><br />"Pemerintah harus cepat karena rakyat akan tidak sabar. Ketidaksabaran itu yang akan menyebabkan instabilitas politik," katanya.<br /><br />Sofjan berpendapat, stabilitas politik sangat penting bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga pemerintah perlu terus didukung agar dapat menunaikan komitmen ekonominya.<br /><br />"Sekarang sektor riil kita terus berjalan dengan angka pertumbuhan ekonomi 6,5 persen karena pengusaha bergerak sendiri. Seandainya pemerintah mau bergerak lebih cepat, maka pertumbuhan ekonomi di atas 9 persen tidak mustahil terjadi," katanya.<br /><br />Sofjan kemudian menegaskan tentang pentingnya kepastian hukum dalam investasi infrastruktur, sehingga sektor swasta dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang akan digunakan untuk menopang pertumbuhan ekonomi itu.<br /><br />"Jika dibiarkan semakin lambat, pembangunan infrastruktur yang macet justru akan menyebabkan kemunduran ekonomi. Akibatnya adalah interkonektivitas domestik kita kurang dan kesenjangan harga antar daerah semakin tinggi," demikian Sofjan.(Eka/Ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.