Bahas Kerjasama Pembangunan, Bupati dan Ketua DPRD Katingan Kunjungi Melawi

MELAWI- Pejabat Sementara (PJS) Bupati Katingan, Drs. Suhaemi, M.Si. bersama Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir Ledie Nussa beserta sejumlah pejabat di lingkungan pemerintrah Katingan berkunjunga ke Melawi. Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari Bupati dan Wakil Bupati Melawi, Panji dan Dadi Sunarya, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin bersama wakilnya, Drs. Kluisen, Forkopinda beserta sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Melawi, Senin (2/4) di rumah jabatan Bupati Melawi.

Pertemuan kedua pemimpin kabupaten di dua Provinsi yang berbeda tersebut, membicarakan kerjasama dalam pembangunan, khususnya infrastruktur jalan yang menghubungkan Melawi ke Katingan dan ekowisata yang ada di daerah perbatasan antara Melawi dan Katingan. Pertemuan yang tak berlansung lama tersebut, akhirnya sama-sama sepakat menjalin kerjasama tersebut dengan tujuan agar masing-masing kabupaten bisa semakin terbuka dan berkembang.

“Ya pada intinya kehadiran kita ini untuk mempererat persaudaraan dan mengajak untuk membangun kedua daerah ini bersama-sama. Karena kita daerah berbatasan dan ada kepentingan bersama baik dibidang infrastruktur maupun dibidang sosial ekonomi, dan ini akan segera kami tindaklanjuti karena mendapat dukungan dari masing-masing ketua DPRD di dua daerah ini. Tindak lanjut dari pertemuan tersebut, pihak pemerintah dua kabupaten di dua provinsi yang berbeda itu akan segera merealisasikan kerjasama dalam bentuk MoU,” katanya Suhaemi usai melakukan pertemuan.

Lebih lanjut Suhaemi mengatakan, kerjasama kedua kabupaten itu, kaitannya dengan rencana pembangunan Jalan Trans Nasional Poros Tengah. Dimana dari katingan memiliki panjang jalur kurang lebih 200 kilometer menuju ke perbatasan Melawi, Kalimantan Barat. Namun dengan panjang tersebut, tidak menjadi kendala bagi kabupaten Katingan untuk membangun jalan tersebut.

“Ini tetap kita kejar. Dimana badan jalan yang ada kita perbaiki dan badan jalan yang belum ada kita buat. Sehingga apabila sudah ada badan jalan tersebut dana APBN dari balai besar jalan itu akan turun. Itu yang kita kejar. Kita sekarang dengan Melawi mencari dimana titik temunya, dan kita lihat Melawi juga sudah ada arah kesana,” paparnya.

Terkait hambatan status kawasan, Suhaemi mengatakan, terkait dengan kawasan tidaklah menjadi masalah. karena pemerintah sudah membuat jalan lebih dulu yang dibuat oleh peemerintah antar desa, sehingga harus menerobos kawasan HP dan APK. Sehingga tidak menjadi masalah. “Namun di kawasan Hutan Lingdung (HL) itu tidak memungkinkan. Jadi yang lainnya jalan sudah dibuat masyarakat untuk masyarakat, dan pemerintah daerah akan meluruskannya nanti,” paparnya.

Dari pertemuan tersebut, kata Suhaemi, banyak potensi yang bisa menjadi kerjasama antara Katingan dan Melawi. Pertama membuka akses jalan yang nantinya tentu membuka akses antara ddua kabupaten ini, tentunya menjadi simbiosmutualisme atau saling menguntungkan dan memberikan multi efek player kepada masyarakat. karena juga membuka potensi agrro wisata dan ekowisata.

“Di Katingan itu terkenal dengan ekowisatanya, ada tanam nasional yang juga sama-sama ada di dua kabupaten ini. Di Melawi juga potensi ekowisatanya juga menarik. Sehingga bisa sama-sama kita kembangkan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji, mengucapkan terimakasih dan sangat bersyukur dengan kunjungan oleh Bupati dan DPRD Katingan. Dimana kehadiran ini menunjukan komitmen menjalankan undang-undang dan aturan yakni bekerjasama antar pemerintah daerah. Ini merupakan komitmen yang baik dan sangat menyambut baik.

“Kebetulan kita juga sudah melakukan pemetaan kira-kira arah kerjasamanya kemana saja. Hari ini menjadi sesuatu yang luar biasa, dimana memang kita inginkan pemetaaan yang nantinya dibawah koordinasi para asisten, lalu Bappeda membuat tentang MoU apa yang harus dilakukan dengan Kayong Utara, Katingan dan Seruyan. Ini memang kabupaten bertetangga yang harus ada kerjasama, dan lebih kongkritnya untuk meengusulkan ke pemerintah pusat melalui MoU tadi, dengan dua kabupaten tandatangan, kemudian dua provinsi tandatangan, maka akan lebih mudah dan memiliki kekuatan untuk mengusulkan ke pusat,” paparnya.

Jalan dari Melawi juga akan masuk, dan bahkan dari Katingan akan masuk anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan kurang lebih sebesar Rp. 72 milyar. “Ya sebagai kabupaten tetangga wajib kita mendukung, merencanakan dan menindaklanjuti apa yang bisa kita kerjasamakan,” paparnya.

Kerjasama yang nantinya akan dijalankan, Kata Panji, tentu pihaknya menginginkan bisa menjalankan kerjasama diberbagai asfek yang ada keterkaitan simbiosismutualiasme, baik itu pembangunan infrastruktur jalan maupun agro wisata. “Ssaya rasa kita nanti juga bisa melihat potensi lainnya, seperti pariwisata, kesehatannya, pendidikannya. Sehingga bisa memadukan berbagai kepentingan masyarakat di wilayah masing-masing untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Ketua DPRD Melawi dan Katingan juga sangat mendukung kerjasama yang akan dilakukan keduabelah pihak kabupaten antar provinsi tersebut. Dimana dua ketua DPRD tersebut menginginkan kerjasama tersebut bisa segera dituangkan lama lembaran MoU yang nantinya bisa ditandatangani bersama. (edi/KN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.