Bandara Nunukan Dirancang Bertaraf Internasional

Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara merancang bandar udara (bandara) Nunukan mampu singgahi pesawat berbadan besar dan menjadi bandara bertaraf internasional. <p style="text-align: justify;"><br />"Saat ini juga kita mulai fokus membenahi bandara (Nunukan) supaya dapat disinggahi opesawat berbadan besar dan menjadi bandara internasional," ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang di Nunukan, Jumat.<br /><br />Upaya ini sebagai harapan Pemkab Nunukan jangkauan penerbangan ke daerah lainnya di Indonesia lebih mudah terlayani sesegera mungkin, katanya.<br /><br />Rancangan ini, lanjut Robby, telah dilakukan evaluasi dari tim Kementerian Perhubungan RI beberapa waktu yang lalu soal kelayakan Bandara Nunukan untuk menampung pesawat berbadan besar dengan landasan pacu mencapai 2.000-an meter.<br /><br />Ia mengaku, hasil evaluasi tersebut belum ada tetapi Pemkab Nunukan tetap menunggu kepastiannya. Namun apabila hasil evaluasi itu dianggap tidak layak maka setidak-tidaknya pesawat wing 72.<br /><br />Pemkab Nunukan juga menargetkan untuk menjadikan bandara internasional Nunukan-Tawau Malaysia ditambah koneksitas atau penerbangan ke Balikpapan bisa langsung.<br /><br />Persiapan tersebut, Robby mengungkapkan, panjang landasan pacu kurang lebih 1.600 meter. Anggaran penambahan itu diharapkan melalui APBD kabupaten dan provinsi serta APBN.<br /><br />Ia menyatakan, masalah anggarannya telah dikoordinasikan dengan pemerintah Provinsi Kaltim dan pusat dengan ketentuan Pemkab Nunukan mempersiapkan segala kelengkapan administrasinya.<br /><br />"Mudah-mudahan perencanaan kita ini dapat diwujudkan yakni mampu menampung pesawat berbadan besar atau sekurang-kurang ATR 72 dan menjadi bandara internasional," ucap dia. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.