Bandara Supadio Ditutup Sementara Evakuasi Pesawat Tergelincir

Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, ditutup, sementara petugas masih mengevakuasi pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ B 737-400 yang tergelincir pada Jumat sore. <p style="text-align: justify;">"Kami terpaksa menutup bandara karena harus mengevakuasi pesawat Sriwijaya Air. Belum tahu kapan bandara akan dibuka, karena sampai saat ini kami masih berusaha melakukan evakuasi terhadap pesawat," kata Kepala Divisi Operasi PT Angkasa Pura II cabang Bandara Supadio Pontianak, Syarif Usmulyani di Sungai Raya, Jumat malam.<br /><br />Dia menyatakan, setidaknya masih ada sekitar tujuh tujuh penerbangan lagi di Bandara Supadio hingga pukul 19.00 WIB. Namun, semua penerbangan tersebut terpaksa ditunda, karena landasan Supadio tidak bisa digunakan, sampai pesawat yang tergelincir dievakuasi.<br /><br />"Karena kondisi masih hujan, dan tanah yang lembek mengakibatkan kami sedikit kesulitan untuk melakukan evakuasi. Namun, kami akan terus berusaha untuk memindahkan pesawat ini ke tempat yang aman," tuturnya.<br /><br />Mengenai penyebab tergelincirnya pesawat tersebut, Usmulyani mengatakan saat ini belum bisa memastikan penyebab pastinya. Namun, besar kemungkinan akibat kondisi cuaca yang mengakibatkan landasan menjadi licin.<br /><br />"Untuk instrumen keselamatan penerbangan, kami sudah sangat memadai. Jadi tidak mungkin dikarenakan hal itu, namun kita saat ini baru berani memastikan penyebabnya adalah faktor cuaca," kata Usmulyani.<br /><br />Dia juga belum bisa mengetahui berapa jumlah dan kondisi penumpang pesawat tersebut karena petugas bandara lainnya masih sibuk melakukan evakuasi penumpang dan pesawat.<br /><br />"Jumlah pastinya kami belum tahu persis, kita saat ini masih disibukkan dengan evakuasi pesawat. Untuk informasi lainnya, nanti akan kami kabarkan," katanya singkat.<br /><br />Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak itu tergelincir di bandara Supadio Pontianak saat akan melakukan pendaratan sekitar pukul 16.40 WIB.<br /><br />Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pesawat dari Jakarta tersebut saat akan melakukan pendaratan di Supadio Pontianak cuaca dalam keadaan hujan lebat.<br /><br />"Saat akan mendarat semuanya baik-baik saja. Seperti biasa, pramugari memberikan informasi bahwa pesawat akan mendarat, namun ketika mendarat, dan ban menyentuh landasan, tidak lama pesawat terasa oleng, dan tidak lama kemudian tegelincir hingga keluar landasan," kata Dewi, salah seorang penumpang pesawat Sriwijaya Air.<br /><br />Dia menceritakan, saat kejadian semua penumpang panik, mereka takut kalau pesawat tersebut akan meledak.<br /><br />"Semua di dalam pesawat berteriak, bahkan saya sempat menangis dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Syukurnya kami bisa selamat," tuturnya.<br /><br />Dia menyatakan nekat untuk terjun dari pintu pesawat, saat pintu dibuka. Seluruh penumpang dalam kondisi basah kuyup karena harus keluar dari pesawat dalam kondisi hujan lebat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.