Bangunan Air Bersih Poring Masih Ngambang

Pengelolaan aset yang bermasalah tentu menjadi permasalahan yang juga sangat mempengaruhi predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh BPK selama ini. Aset yang bermasalah tersebut, diantaranya jaringan air bersih Pancur aji Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">Direktur PDAM Tirta Melawi, Agus Darius mengungkapkan dari PDAM Tirta Melawi sendiri sudah melakukan audit internal pada aset jaringan air bersih yang dibangun PT Batur. Audit yang melibatkan BPK ini digelar untuk mengetahui aset yang sekarang masih terdapat ada di lapangan.<br /><br />“Kita sendiri siap menerima penyerahan aset ini, namun dengan catatan harus ada sinkronisasi antara data real saat ini di lapangan terkait aset jaringan air bersih dengan data yang dimiliki pemda,” kata Agus ditemui di Pendopo Rumah jabatan Bupati Melawi, (Rabu (26/7).<br /><br />Agus berpendapat, penataan aset, khususnya jaringan air bersih ini memang harus segera dituntaskan. Menurutnya bupati harus mengambil langkah serius, agar ini tak terus mengambang. <br /><br />“Karena selama ini tak juga jelas statusnya, maka kita bakal sulit naik predikat, bisa terus menerus WDP,” kata mantan anggota DPRD Melawi ini.<br /><br />Jaringan air bersih Pancur Aji ini sendiri, kata Agus kini sudah tak lagi optimal menyuplai air bersih ke jaringan PDAM Melawi. Jaringan ini hanya mampu menyuplai debit air sebesar 5 liter per detik. Bahkan bila curah hujan rendah, air pun tak ada yang mengalir.<br /><br />“Kebocoran jaringan yang sangat besar di sekitar pipa-pipa di dekat sumber air jadi penyebabnya. Selain itu memang debit air di sana tidak terlalu besar. Bahkan sekarang wilayah bronch di Pancur Aji juga malah masuk dalam kawasan perkebunan sawit,” katanya.<br /><br />Terkait asset yang bermasalah itu, Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono beberapa waktu lalu, juga mengakui proyek air bersih ini menjadi salah satu aset Melawi yang nilainya masih mengambang karena tak tuntasnya pekerjaan proyek di lapangan.<br /><br />“Sejumlah bangunan atau proyek yang tak selesai, seperti kantor bupati, proyek air bersih yang dikerjakan PT Batur serta jembatan Melawi II itu juga ikut mempengaruhi opini BPK. Karena aset –aset ini, sulit untuk dinilai, atau nilainya masih mengambang,” katanya.<br /><br />Khusus jaringan air bersih Pancur Aji, Ivo mengungkapkan sudah ada wacana dari Pemkab Melawi untuk menyerahkan aset ini pada PDAM. Penyerahan ini dinilai penting mengingat selama ini pemeliharaan jaringan juga dilakukan oleh PDAM. <br /><br />“Jadi nantinya kita akan menghitung kembali aset jaringan air bersih ini, berapa nilai asetnya yang tersisa sekarang,” katanya.<br /><br />Persoalanya, papar Ivo, jaringan air bersih tersebut ternyata belum pernah diserahkan pada Pemda Melawi dari pihak pelaksana PT Batur Arta Mandiri. Hal ini karena proyek tersebut berstatus konstruksi dalam pengerjaan (KDP) alias belum tuntas. Anggaran senilai Rp 64 miliar yang dianggarkan juga belum seluruhnya dibayarkan ke kontraktor karena belum semua pekerjaan di lapangan selesai. <br /><br />“Ini yang membingungkan, karena sekarang mau penyerahan juga susah karena direktur PT Batur, yakni pak Ketut infonya sudah meninggal,” katanya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.