Bangunan SDN 2 Boli Mengalami Rusak Berat

Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Boli Pintas di desa Nanga Pintas, kecamatan Pinoh Selatan mengalami rusak berat. Setidaknya ada tiga ruangan yang mengalami rusak berat. Tak hanya lokal sekolah, wc hingga perumahan guru juga nyaris tak bisa lagi digunakan. <p style="text-align: justify;">Warga yang tinggal tak jauh dari sekolah tersebut, Sukardi, mengungkapkan kerusakan di SDN 02 Boli Pintas diantaranya terjadi pada bagian lantai. Sejumlah kelas lantainya jebol sehingga bisa membahayakan siswa yang tengah belajar. “Setidaknya ada tiga lokal yang rusak berat, utamanya pada bagian lantai. Kami berharap dinas bisa melakukan rehab segera. Dua ruang kelas lainnya juga dalam keadaan rusak ringan,” katanya, belum lama ini.<br /><br />Tak hanya ruang kelas, perumahan guru juga kondisinya sudah sangat parah. Rumah guru yang masih menggunakan dinding papan sudah tak layak pakai. Beberapa bagian bangunan sudah lapuk dan terancam ambruk. <br /><br />“Kasihan para guru yang mengajar disana karena rumah dinasnya sudah dalam kondisi rusak parah. Ini perlu perhatian dari pemerintah,” katanya.<br /><br />Terpisah, Kepsek SDN 02 Boli Pintas, Muksin mengungkapkan tercatat ada 143 siswa yang belajar di sekolahnya. Mereka terpaksa menggunakan ruang kelas yang rusak karena tak ada lagi ruang lain yang bisa dipergunakan. <br /><br />“Terakhir sekolah kami direhab pada 2013 lalu. Kerusakan ruang belaja ini juga sudah kami laporkan ke dinas. Hanya belum tahu, kapan akan mendapatkan anggaran untuk perehaban kembali,” katanya.<br /><br />Terpisah, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Melawi, Joko Wahyono mengatakan, program  rehab sekolah untuk SD dan SMP memang ada dalam anggaran dinas pendidikan tahun ini. Untuk rehab sekolah akan didanai dari dana DAK. “Untuk dana DAU, mungkin dari pokok pikiran DPRD. Hanya sekarang belum kita lihat, karena penjabaran APBD kita belum ada. Sampai sekarang kita menunggu,” katanya.<br /><br />Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, Joko meminta agar kepala sekolah harus bisa mendata hal tersebut melalui dapodik dengan benar. Nanti dari data tersebut akan terekam di pusat dan kemudian dianggarkan perbaikannya melalui DAK.<br /><br />“Karena kita sekarang juga tak bisa sembarangan menentukan sekolah-sekolah yang mendapat anggaran DAK itu. Kuncinya di dapodik. Dinas juga bisa menentukan, tapi pusat akan lebih sreg kalau lewat dapodik karena dapodik dianggap data yang paling kuat dan paling jujur,” katanya.<br /><br />Karena itu, lanjut Joko, diperlukan kemampuan sekolah untuk menyampaikan data secara benar, termasuk soal berapa bangunan yang rusak. Laporan kerusakan, baik ringan, sedang dan berat dimasukkan kedalam dapodik. “Karena keterbatasan dana, maka kita tak bisa selesaikan semuanya dalam setahun. Skala prioritas yang kita utamakan. Jadi bergilir sekolah yang akan direhab,” ucapnya.<br /><br />Untuk DAK Pendidikan 2017, Joko menerangkan Melawi mendapat alokasi sebesar kurang lebih Rp 19 miliar. Anggaran ini nanti akan diarahkan untuk pembangunan fisik maupun non fisik di sektor pendidikan. “Persentasenya bisa 50-50 atau 40-60. Tergantung kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.