Baru Keluar Lapas, Kembali Ber-ulah

Baru dua bulan lebih menghirup udara kebebasan, setelah 10 bulan mendekam di Lapas kelas IIB Sintang, ternyata belum juga membuat diri Dede Wahyudi warga Jalan Dara Juanti ini insyaf. <p style="text-align: justify;">Selasa subuh (19/10/2011), dirinya harus kembali berurusan dengan pihak keamanan lantaran dua kali telah melakukan pencurian Laptop dan HP. Dirinya di tangkap Satreskrim Polres Sintang saat tengah berjalan di sekitar Pengadilan Negeri Sintang.<br /><br />Dalam pemeriksaan Rabu, (20/10/2011), Dede mengakui jika dirinya telah melakukan pencurian dengan korban terakhir adalah rumah dinas Kalapas Sintang, Efendi Julianto. Dalam aksinya tersebut, sebuah laptop dan HP merek Samsung berhasil dirinya bawa dengan selamat.<br /><br />“Saya masuk kerumah Kalapas melalui Ventilasi kamar mandi, kemudian langsung masuk kekamar dan mengambil barang tersebut,” tuturnya pada kalimantan-news.com disela pemeriksaan.<br /><br />Keberhasilan tersebut juga didukung karena yang bersangkutan memahami situasi rumah dinas, karena selama menjalani hukuman dirinya ikut sebagai pencuci kendaraan sebagai bagian dari pembinaan bagi napi. Kejadian pencurian tersebut dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2011 sekitar pukul 21.30 wib. Saat kejadian, Kalapas sedang tidak ada di rumah.<br /><br />Sebelumnya, dibulan yang sama dirinya juga sukses menyatroni salah satu rumah di Gang Gandaria dengan modus dan hasil yang sama.<br /><br />“Saat saya lewat rumah tersebut, saya lihat pemiliknya akan pergi dan lampu diteras sudah dihidupkan. Malamnya baru saya operasi dengan cara masuk melalui kamar mandi,” kata Dede.<br /><br />Hasil curiannya tersebut, dijual kepada para tetangganya.<br /><br />“Laptop (notebook) kalapas saya jual Rp 1 juta dan Hpnya Rp 250 ribu. Sedangkan yang sebelumnya Laptop dihargai Rp 800 ribu, dan HP merek Nokia 1650 Rp 50 ribu karena ada yang rusak,” tuturnya.&lt;br /><br />Uang hasil penjualan tersebut, dirinya pergunakan untuk minum-minum serta bersenang-senang. <br /><br />Meminjam icon Tukul “kembali ke laptop”, maka Dede-pun harus kembali ke Lapas usai putusan pengadilan diterimanya nanti. <strong>(*)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.