Barut Siapkan 53 Ton Pupuk Untuk Petani

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah siap menyalurkan bantuan sebanyak 53 ton pupuk urea dan NPK untuk kelompok tani di Kecamatan Teweh Timur. <p style="text-align: justify;"><br />"Pupuk bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terharap sektor pertanian, yang tujuannya diharapkan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh para petani dalam meningkatkan hasil panen," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut) Setia Budi di Muara Teweh, Senin.<br /><br />Menurut Budi, dalam pendistribusian pupuk tersebut pihaknya akan dibantu pihak TNI-AD.<br /><br />Dilibatkannya TNI dalam sektor pertanian itu sesuai dengan MoU tanggal 22 Januari 2015 antara Kepala Dinas Pertanian seluruh Kalimantan Tengah dengan Dandim 1013 Muara Teweh yang dilaksanakan di Makorem 102 Panju Panjung Palangka Raya.<br /><br />"Kerjasama ini dalam konteks bersinergi untuk upaya percepatan produksi komoditi strategis yaitu beras, kedelai, jagung dan daging. Dan program intensifikasi jagung seluas 150 hektar," katanya.<br /><br />Budi menjelaskan hal itu sesuai dengan keinginan Presiden, Menteri Pertanian dan Kepala Stap Angkatan Darat, kelanjutan dari MoU tanggal 8-10 Januari 2015 di gedung Kartini Jakarta.<br /><br />Dalam memajukan sektor pertanian, TNI diarahkan sebagai motivator dan fasilitator dilapangan, tetapi dalam praktek selanjutnya akan selalu bekerjasama dalam hal apapun yang menyangkut pembinaan, monitoring dan mendorong kegiatan-kegiatan pertanian agar lebih efektif lagi, sebab TNI sebagian aparatnya juga berada di kecamatan dan desa.<br /><br />Dandim 1013 Muara Teweh juga mengharapkan pihaknya agar selalu bersinegri, jadi apapun kegiatan yang menyangkut kegiatan dilapangan.<br /><br />"TNI akan ikut terlibat, misalnya dalam pendistribusian pupuk ini, mereka nantinya akan ikut mengawasi agar pupuk tersebut dipergunakan sesuai dengan tujuannya (tidak dijual oleh masyarakat)," jelas dia.<br /><br />Dia menambahkan, dalam waktu dekat TNI juga akan dilibatkan dalam pelatihan penggunaan Alsintan seperti traktor, mesin panen dan mesin tanam sehingga TNI bisa mengoperasikan alat-alat tersebut.<br /><br />"Nanti TNI lagi yang akan menularkannya kepada para petani di daerah ini," kata Budi. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.