Belajar Dibawah Kolong Rumah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur, menindaklanjuti tentang masih adanya tempat belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang menempati kolong rumah tinggal warga. <p style="text-align: justify;"><br />"Mengenai masih adanya siswa yang saat ini masih belajar di bawah kolong rumah warga, kita sudah koordinasikan dengan jajaran yang berkewenangan," kata Kepala Disdik Kabupaten Nunukan, Drs NIzaruddin, di Nunukan, Jumat.<br /><br />Menurut dia, sebanyak empat sekolah yang ditemukan oleh Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 tersebut yang belajar di kolong rumah warga tersebut merupakan kelas jauh atau filial dari sekolah negeri.<br /><br />"Jumlah siswanya masih terbatas, tapi tetap terdaftar di sekolah induknya," ujarnya.<br /><br />Nizaruddin mengatakan, kelas jauh Sekolah Dasar (SD) yang terletak di Kanduangan Desa Sekaduyan Taka dan Pulau Sekapal Kecamatan Nunukan, dan dua sekolah lainnya di Kecamatan Sei Menggaris tersebut dibuka atas inisiatif masyarakat setempat.<br /><br />Dan sejak itu, tidak pernah melaporkannya kepada Disdik Kabupaten Nunukan baik dari sekolah induknya maupun dari pihak yang membuka kelas jauh itu.<br /><br />Terkait tidak adanya ruang belajar dan sarana prasarana belajar yang memadai pada kelas jauh itu, dia menyatakan untuk membangunkan ruang kelas baru (RKB) tidak mungkin bisa dilakukan. Mengingat jumlah muridnya sangat kurang, sehingga bisa jadi akan mubazir.<br /><br />Kalaupun akan dibangunkan RKB, terlebih dahulu disiapkan infrastrukturnya dan tenaga pengajarnya. JIka aspek itu belum dilakukan, maka sulit untuk dilakukan pengadaan yang dibutuhkan.<br /><br />Sebab, kelas jauh atau filial tersebut ada diantaranya menyeberang sungai dan berada di pulau terpencil.<br /><br />"Langkah pertama yang bisa dilakukan Dinas Pendidikan adalah dengan mendata dan menyiapkan sarana belajar saja dulu. Supaya anak-anak di wilayah itu bisa menuntut ilmu," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.