Sintang

JUM'AT (01/08/2014):Daniel: Pemerintah Diminta Serius Tangani Kemarau *** Pengamanan Dermaga Di Banjarmasin Ditingkatkan *** Pemkab HST Hidupkan Kembali Posyandu *** DPRD: Waspadai Pendatang Baru Pasca Lebaran *** Pemkab Kotim Berharap Ada Maskapai Tambahan *** Distan Kalbar Tunggu Laporan Daerah Gagal Panen *** PNS Kalbar Terima Gaji Pada 4 Agustus *** BPMP Samarinda Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak *** Mobil Masuk Bandara Diperiksa Ketat

Banner
Banner

Sintang Penuhi Ketentuan Penggunaan Lahan Sesuai RTRW

Komentar (0)

16 Juni 2010, 07:17:10 WIB oleh Eka Airnurrohmah | dilihat: 11 kali

Print
Sintang Penuhi Ketentuan Penggunaan Lahan Sesuai RTRW

Sintang-KOTA, (kalimantan-news) - Dari luasan wilayah Sintang yang mencapai 2.163.500.000 Ha, sekitar 1.231.438,07 atau 56,92 persen merupakan kawasan hutan. Penetapan luasan hutan yang terdiri dari hutan lindung, hutan produksi, hutan produksi terbatas dan hutan wisata ini mengacu pada rencana tata ruag wilayah. Selain itu penetapan tersebut telah mengacu pada UU No.41 tahun 1999 tepatnya pasal 18 ayat 2. Dimana dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa luas kawasan hutan yang harus dipertahankan minimal 30 persen dari luas daerah dan atau pula dengan sebaran yang proporsional.

Bupati Sintang Milton Crosby, usai menghadiri acara sosialisasi peraturan perundang-undanga dan NSPK bidang penataan ruang di gedung pancasila Selasa (15/6) kemarin menegaskan bahwa pihaknya justru akan menambahkan luasan areal untuk pertanian. Saat ini rencana tata ruang wilayah (RTRW) Sintang yang tengah menunggu persetujuan dari pusat telah mencantumkan luasan lahan pertanian 1,7 persen dari luasan Sintang. sehingga menurutnya luasan tersebut harus ditambahkan sampai pada angka 3 persen dari luasan daerah Sintang.

“Yang jelas pengunaan lahan diSintang ini akan tetap mengacu pada RTRW. Dan kalau ada penggunaan lahan yang tidak sesuai maka itu harus dicabut,”tegasnya.

Penambahan luasan arela untuk pertanian ini menurutnya tidak akan mengurangi alokasi luasan lahan untuk bidang lain. Namun hanya bersifat mengoptimalkan pengunaan lahan, khususnya untuk bidang perkebunan.

“Tidak akan ada lagi pemberian izin untuk pembukaan kebun baru. Karena presiden dan gubernur sudah memberikan moratorium. Yang ada hanya mengoptimalkan yang sudah ada,”jelasnya.

Dengan mengacu pada ketentuan perundang-undangan tentang pengunaan lahan, maka menurutnya Sintang akan menjadi salah satu daerah yang turut serta menciptakan bumi menjadi hijau, langit menjadi biru dan ekonomi bertumbuh dengan baik. Hal ini selaras pula dengan pengembangan kawasan jantung borneo (heart of borneo) yang meliputi tiga Negara yaitu Indonesia (Kalimantan), Malaysia dan Brunei Darusalam. (PHS)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number