Sintang

JUMAT (18/04/2014): (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Kalsel Diminta Konsisten Pertahankan Lahan Pertanian *** (-PARLEMEN-): DPRD : Kalsel Harus Bertekad Tuan Rumah PON *** Pelaksanaan UN Di Kalsel Berjalan Lancar *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pembalakan Liar-Penangkapan Ikan Marak Di Jenamas *** (-PEMILU-): Pemilu - KPU Belum Pastikan Pemenang Pemilu Palangka Raya *** Pemilu - KPU Diminta Profesional Dalam Penetapan Hasil Pemilu *** Pemilu - KPU: Penetapan Caleg Usai Rapat Pleno *** KPU Kabupaten/Kota Siap Gelar Rekapitulasi Suara *** (-EKONOMI-): Garuda Optimistis Peningkatan Penjualan Tiket 20 Persen *** Penumpang Pesawat Mulai Meningkat Pasca UN *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kodim 1207 Amankan 49 Karung Gula Ilegal *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Tim Verifikasi K2 Panggil SKPD Tujuh SKPD *** Daftar Tunggu Calon Haji Penajam Hingga 2030 *** Pejabat Gubernur Kaltara Dorong Percepatan Pembentukan DPRD *** Masa Jabatan Pejabat Gubenur Kaltara Diperpanjang *** (-SPORT-): Indonesia Calon Terkuat Tuan Rumah Asian Games 2019

Banner
Banner

DKP Kalbar Fokus Budidaya Rumput Laut

Komentar (0)

09 Oktober 2011, 19:00:09 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat saat ini sedang memfokuskan untuk pembudidayaan rumput laut di wilayah Kabupaten Kayong Utara provinsi itu.

"Itu sudah kami rencanakan, dan sudah mendapatkan lokasi untuk pembangunan depo rumput laut disana," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat Gatot Rudiyono di Pontianak, Sabtu.

Menurut Gatot, budidaya rumput laut sekarang ini memiliki potensi tinggi sebagai sumber penghasilan sampingan para nelayan selain menangkap ikan.

"Rumput laut tersebut nantinya dioalah dengan cara dikeringkan lebih dahulu, kemudian di press dan di ekspor," kata Gatot.

Ketika ditanya apakah Kalbar memiliki kemungkinan untuk membuat sebuah pabrik pengolahan rumput laut di lokasi budidayanya. Gatot mengungkapkan, hal itu masih belum terpikirkan.

"Saat ini kami masih sebatas pemenuhan permintaan ekspor saja dalam bentuk material. Dan itu pun sudah cukup jelas. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ke aras sana," jelas Gatot.

Gatot menilai, peluang pembuatan pabrik pengolahan rumput laut di Kalbar sendiri memang ada.

"Kemarin itu sudah ada investor dari China yang sepertinya memiliki minat, karena jika rumput laut yang dihasilkan oleh Kabupaten Kayong Utara tersebut langsung diolah disana tentunya akan memiliki nilai tambah tersendiri," kata Gatot antusias.

Saat ini, kata dia, justru yang menjadi masalah budidaya rumput laut itu masih minimnnya pembeli lokal.

"Mereka sudah melakukan budidaya rumput laut, tetapi jika pembeli tidak menjamin untuk membeli tentu akan menyulitkan juga," jelas Gatot.

Di Kalbar sendiri, tambah Gatot, memiliki tiga potensi di bidang perikanan. Pertama, untuk wilayah darat itu ada perikanan tawar yang berlokasi di Kabupaten Kapuas Hulu. Kedua, perikanan tangkap seperti budidaya ikan di Kabupaten Bengkayang.

"Nah, rumput laut merupakan potensi ketiga bidang perikanan yang memang sedang di galakkan DKP Kalbar," katanya.

Berdasar data DKP Kalbar saat ini Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menawarkan kepada para investor untuk menggarap potensi rumput laut yang ada di wilayah Selat Karimata, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat.

Potensi rumput laut di Kayong Utara saat ini mencapai 1.000 hektare, dan baru satu hektare yang tergarap oleh masyarakat setempat. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number