Sintang

RABU (23/04/2014): (-SINTANG-): Polres Sintang Kerahkan Anggota Pengamanan Pemilu Ulang di Kayan Hulu dan Ketungau Hulu *** Pemilik Rumah Libas Pencuri Hingga Tewas *** (-PARIWISATA-): Air Terjun Gurong Sumpit Jadi Wisata Alternatif *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kubu Raya Gelar Raker Tingkatkan Layanan Kesehatan *** Singkawang Miliki Sekolah Negeri Berkonsep Sekolah Alam *** Kerajinan Barang Bekas Siswa Diminati Warga Asing *** (-PEMILU-): PDIP Masih Kuasai Kursi Dewan Sekadau *** KPU Kalbar Siap Gelar Pleno Hasil Pemilu *** Kapolres: Komisioner Akui Terima Uang Dari Caleg *** (-PARLEMEN-): Legislator : Perbatasan Masih Minim Perhatian Pemerintah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Yayasan Bosf Perlu Rp26 Miliar Untuk Orangutan *** (-EKONOMI-): Pemprov Kaltim Dukung Kinerja UMKM Dan Koperasi *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pemkab Barito Utara Gelar Operasi Katarak Gratis *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Berharap Pengawas Ujian Nasional Tidak Arogan *** Pelaksanaan UN SLTP Sederajat Dimajukan Setengah Jam

Banner
Banner

DKP Kalbar Fokus Budidaya Rumput Laut

Komentar (0)

09 Oktober 2011, 19:00:09 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat saat ini sedang memfokuskan untuk pembudidayaan rumput laut di wilayah Kabupaten Kayong Utara provinsi itu.

"Itu sudah kami rencanakan, dan sudah mendapatkan lokasi untuk pembangunan depo rumput laut disana," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat Gatot Rudiyono di Pontianak, Sabtu.

Menurut Gatot, budidaya rumput laut sekarang ini memiliki potensi tinggi sebagai sumber penghasilan sampingan para nelayan selain menangkap ikan.

"Rumput laut tersebut nantinya dioalah dengan cara dikeringkan lebih dahulu, kemudian di press dan di ekspor," kata Gatot.

Ketika ditanya apakah Kalbar memiliki kemungkinan untuk membuat sebuah pabrik pengolahan rumput laut di lokasi budidayanya. Gatot mengungkapkan, hal itu masih belum terpikirkan.

"Saat ini kami masih sebatas pemenuhan permintaan ekspor saja dalam bentuk material. Dan itu pun sudah cukup jelas. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ke aras sana," jelas Gatot.

Gatot menilai, peluang pembuatan pabrik pengolahan rumput laut di Kalbar sendiri memang ada.

"Kemarin itu sudah ada investor dari China yang sepertinya memiliki minat, karena jika rumput laut yang dihasilkan oleh Kabupaten Kayong Utara tersebut langsung diolah disana tentunya akan memiliki nilai tambah tersendiri," kata Gatot antusias.

Saat ini, kata dia, justru yang menjadi masalah budidaya rumput laut itu masih minimnnya pembeli lokal.

"Mereka sudah melakukan budidaya rumput laut, tetapi jika pembeli tidak menjamin untuk membeli tentu akan menyulitkan juga," jelas Gatot.

Di Kalbar sendiri, tambah Gatot, memiliki tiga potensi di bidang perikanan. Pertama, untuk wilayah darat itu ada perikanan tawar yang berlokasi di Kabupaten Kapuas Hulu. Kedua, perikanan tangkap seperti budidaya ikan di Kabupaten Bengkayang.

"Nah, rumput laut merupakan potensi ketiga bidang perikanan yang memang sedang di galakkan DKP Kalbar," katanya.

Berdasar data DKP Kalbar saat ini Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menawarkan kepada para investor untuk menggarap potensi rumput laut yang ada di wilayah Selat Karimata, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat.

Potensi rumput laut di Kayong Utara saat ini mencapai 1.000 hektare, dan baru satu hektare yang tergarap oleh masyarakat setempat. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number