Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

Persentase Tunggakan Listrik Di Balangan 20 Persen

Komentar (1)

23 Oktober 2011, 17:52:37 WIB oleh Admin

Print
Persentase Tunggakan Listrik Di Balangan 20 Persen

Kalimantan Selatan-BALANGAN, (kalimantan-news) - Persentase tunggakan pembayaran rekening listrik pelanggan PT PLN Ranting Paringin di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, tercatat berada dikisaran 20 persen dari total seluruh pelanggan yang berjumlah lebih dari 19.000.

Menurut Manager PT PLN Ranting Paringin, Adrianus Egus di Paringin, ibu kota Balangan, Minggu, persentase tunggakan bisa mencapai 20 persen salah satunya disebabkan oleh kebiasaan dan pola pencaharian masyarakat setempat.

"Masyarakat Balangan mayoritas adalah petani karet yang melakukan aktivitas usahanya sejak subuh hingga siang hari sehingga sering tidak punya waktu lagi untuk membayar listrik," ujarnya.

Masyarakat Balangan yang menjadi pelanggan PT PLN seringkali melakukan pembayaran listrik setiap dua hingga tiga bulan sekali.

Hal itu ujarnya, disebabkan para pelanggan itu harus menyisihkan waktu untuk tidak beraktivitas menyadap karet selama satu hari.

"Kebanyakan masyarakat merasa sayang untuk tidak menyadap karet satu hari setiap bulannya sehingga pembayaran rekening listrik mereka lakukan rata-rata dua bulan sekali," katanya.

Selain itu, PT PLN Ranting Paringin juga tidak memiliki "Payment Point" atau tempat pembayaran rekening listrik di semua kecamatan.

Untuk wilayah Balangan, tercatat Kecamatan Halong dan Awayan masih belum memiliki sarana tempat pembayaran listrik sehingga para pelanggan di dua kecamatan itu harus membayar rekening di kecamatan lain yang letaknya cukup jauh.

Ia menambahkan, tingkat tunggakan listrik rekening listrik yang terjadi masih dalam tahapan wajar sehingga tidak sampai dilakukan tindakan pemutusan aliran listrik.

"Bila tunggakan memasuki bulan ketiga, kami akan memberikan surat peringatan dan tagihan. Biasanya, para pelanggan yang diberikan peringatan akan langsung melunasi tunggakannya," tambahnya.

Tingkat persentase tunggakan rekening listrik diyakini akan dapat di tekan melalui penerapan sistem listrik pra bayar.

Dengan sistem pra bayar pelanggan dapat menentukan sendiri kebutuhan tenaga listrik yang akan dibelinya tanpa harus membayar tagihan rekening setiap bulan, demikian Adrianus Egus. (phs/Ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • amang

    amang:

    19 April 2012, 17:24:31 WIB

    saya ngecek tagihan listrik d onlain ini tetapi setelah saya bayar kenapa pembayaran lebih besar dari pada yang tertera d layanan onlain, selisih pembayaran biasanya mencapai 10.000 rupiah lebih. tolong tanggapannya

Beri Komentar




Security Number