Sintang

KAMIS (23/10/2014): (-SINTANG-): Jalan Rusak Truk Sembako Terguling *** Kontraktor Tuding Konsultan dan Bina Marga Hambat Pekerjaan *** (-SEKADAU-): Bupati Ingin Masyarakat Sadari Makna Nasionalisme *** Sujinem Penderita Tumor Parotis Terharu Dikunjungi Bupati

Banner
Banner

Pendidikan Karakter Masuk Dalam Muatan Lokal

Komentar (0)

11 November 2011, 10:20:32 WIB oleh Admin | dilihat: 35 kali

Print

Kalimantan Selatan-KOTABARU, (kalimantan-news) - Dinas Pendidikan Kotabaru, Kalimantan Selatan, merencanakan pendidikan karakter atau pendidikan budi pekerti dan akhlak yang baik masuk dalam mata pelajaran muatan lokal.

Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru H Eko Suryadi Widodo Syahdan MM, Jumat, mengatakan, untuk mendapatkan generasi muda yang memiliki budi pekerti yang baik tidak cukup mendidikan dengan sisa waktu atau sambil lalu, akan tetapi harus mendapatkan porsi waktu dan perhatian yang sama dengan mata pelajaran lain.

"Saat ini kita sudah mulai menyusun mata pelajaran pendidikan budi pekerti atau akhlak yang baik kedalam muatan lokal," kata mantan Kepala Perpustakaan Kotabaru.

Selama ini, kata Widodo, ada beberapa sekolah di Kotabaru mata pelajaran muatan lokal disi dengan mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa lokal (Banjar).

Widodo mengaku prihatin, dimana akhir-akhir ini sering menyaksikan berita di media elektronik dan media cetak, terjadi tawuran antarpelajar, demo mahasiswa dengan cara merusak fasilitas umum, serta anak tega membunuh orang tuanya sendiri.

Menurut dia, salah satu faktor penyebabnya adalah, mulai berkurangnya pendidikan akhlak yang atau budi pekerti.

Melihat kondisi tersebut, Widodo mengaku tergerak hatinya untuk kembali memaksimalkan pendidikan karakter tersebut ke dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah.

"Kalau siswa-siswi kita semua sudah memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik, insya Allah imbasnya akan dapat dirasakan oleh keluarga, lingkungan dan bangsa," harapnya.

Kejujuran, kepekaan terhadap lingkungan dan saling menghargai terhadap sesama dengan sendirinya akan dimiliki oleh generasi muda yang memiliki aklakul karimah atau budi pekerti yang baik.

Namun demikian, ujar dia, untuk menjadikan mereka memiliki budi pekerti yang baik tidak dapat hanya menjadi tanggungjawab sekolah, atau hanya mengandalkan pelajaran di sekolah.

Lebih dari itu, mereka juga harus mendapatkan pelajaran dari rumah tangga yang baik, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mencetak generasi muda yang bermartabat.

Termasuk lingkungan tempat tinggal, juga mendukung terbentuknya generasi muda yang memiliki kearifan dan hidup bermasyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru itu menyambut dengan suka cita masuknya kebudayaan dalam kementrian pendidikan.

"Karena kebudayaan tidak dapat dipisahkan dengan pindidikan, dan syukurlah kini mulai digabungkan kembali," terangnya.

Dengan mesuknya Kebudayaan ke Dinas Pendidikan, diharapkan dapat membantu terwujudnya cita-cita terciptanya generasi muda yang bermartabat dan arif. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number