Sintang

KAMIS (30/10/2014): (-KALBAR-): Polres Singkawang Tangkap Pengguna Narkoba *** (-EKONOMI-): Rusia Tertarik Industri Pangan Di Kalbar *** (-NASIONAL-): JPU Tuntut AKBP Idha Delapan Tahun Penjara *** Rusia Tertarik Industri Pangan Di Kalbar *** (-KALTENG-): Gubernur Instruksikan Aktivitas Pt Bharito Ekatama Dihentikan *** (-KALSEL-): Presiden Jokowi Diingatkan Janji Benahi Infrastruktur Kalsel *** Majelis Adat Dayak Kecewa Susunan Kabinet Jokowi

Banner
Banner

Pertamina Diminta Evaluasi Distribusi Minyak Tanah Bersubsidi

Komentar (0)

06 Desember 2011, 19:28:16 WIB oleh Admin | dilihat: 22 kali

Print

Kalimantan Selatan-BANJARMASIN, (kalimantan-news) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Ariffin meminta PT Pertamina mengevaluasi pendistribusian minyak tanah bersubsidi sebelum dan sesudah pemberlakukan konversi minyak tanah ke gas elpiji.

"Seharusnya PT Pertamina melakukan evaluasi dan pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan pendistribusian minyak tanah, sehingga tidak merugikan masyarakat," kata Gubernur usai meresmikan pemanfaatan teknologi informasi komunikasi untuk mahasiswa PGSD di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Selasa.

Pernyataan Gubernur tersebut menanggapi dugaan terjadinya penyimpangan pendistribusian minyak tanah bersubsidi ke kabupaten dan kota yang telah melaksanakan konversi minyak tanah ke gas elpiji.

Kondisi tersebut membuat harga minyak tanah di daerah yang belum mendapatkan jatah konversi juga ikut naik dari seharusnya Rp4.200 per liter menjadi Rp8.000 per liter bahkan lebih.

Menurut informasi, kenaikan minyak tanah bersubsidi di daerah yang belum mendapatkan konversi tersebut terjadi karena sebagian minyak tanah bersubsidi tersebut juga dijual di tiga daerah yang telah melaksanakan konversi.

Kendati tiga kabupaten di Kalsel telah melaksanakan konversi namun masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan gas elpiji karena takut meledak.

Bahkan sebagian masyarakat memilih menjual tabung gas elpiji yang dibagikan pemerintah secara gratis ke toko-toko penjual gas elpiji dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp100.000.

Sebagian masyarakat masih memilih memanfaatkan minyak tanah untuk kegiatan masak memasak, dan sebagian lainnya memilih memanfaatkan kayu bakar.

Padahal, bagi masyarakat yang telah memanfaatkan gas elpiji mengaku lebih hemat menggunakan kompor gas dari pada kompor minyak.

Seorang pedagang nasi goreng Tarno mengatakan, sejak menggunakan gas elpiji keuntungan yang didapat jauh lebih besar, karena gas dengan harga Rp15 ribu bisa dimanfaatkan untuk jualan hingga 4-5 hari.

Sementara menggunakan minyak tanah satu hari bisa dua liter dengan harga Rp4.200 per liter. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number