Sintang

RABU (16/04/2014): (-SPORT-): Dayung - Tim Kano Agendakan "Tryout" Ke Singapura *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemeliharaan Alur Barito Butuh Rp100 Miliar/Tahun *** Dishut Tabalong Identifikasi Pelepasan Lahan 32 Desa *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Warga Pedalaman Minta Pemkab Barut Perbaiki Jalan *** Realisasi PAD Barito Utara 22,57 Persen *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kapal Motor Kandas Di Muara Sungai Kapuas *** Bupati Janji Beri Beasiswa Bagi 18 Siswa *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Orangutan Di Kawasan PT Berau Sawit Sejahtera Terancam *** Dinas Kessos Samarinda Gelar Seminar Anak Jalanan *** (-PEMILU-): Sejumlah PPK Plenokan Hasil Pileg Di Sintang *** KPU Kutai Timur Gelar Pleno 19 April

Banner
Banner

Pontianak Dapat Bantuan Penataan Kawasan Kumuh Lanjutan

Komentar (0)

27 Januari 2012, 19:29:26 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Pemerintah Kota Pontianak mendapat bantuan dari proyek NUSSP (Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project) atau penataan lingkungan dan perumahan kumuh tahap dua untuk menata kawasan lahan kumuh pada 2013.

"Tahun ini masih tahap persiapan administrasi dalam memenuhi kriteria proyek NUSS tahap dua yang akan diterima Kota Pontianak," kata Kepala Dinas PU Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis.

Ia mengatakan, proyek fisik NUSSP tahap dua di Kota Pontianak baru akan dimulai tahun 2013 hingga 2017 yang diprioritaskan untuk menata kawasan kumuh di 24 kelurahan.

Menurut Edi, dana bantuan proyek NUSSP digunakan diantaranya untuk membuat jalan lingkungan, drainase, penghijauan, penerangan jalan umum, air bersih, termasuk pengolahan sampah.

Pemkot Pontianak sejak 2005 lalu sudah menata sebanyak 330 hektare lahan di kota itu yang dihuni sekitar 44 ribu kepala keluarga, 16 ribu keluarga miskin.

Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kini tercatat kawasan kumuh tinggal sekitar 140 hektare.

Program NUSSP di Pontianak dimulai pada tahun 2005 dengan sasaran penataan pemukiman kumuh di sepuluh kelurahan dari 23 kekurahan pemukiman kumuh yang terdiri 120 titik dengan prioritas pembangunan sanitasi, jalan gang, jalan lingkungan, pemukiman yang tidak layak huni, serta pembangunan sarana mandi cuci dan kakus (MCK).

Pemkot Pontianak mendapat alokasi anggaran untuk program NUSSP sebesar Rp21,6 miliar; yang terdiri atas Rp13 miliar dari bantuan Bank Dunia; dan Rp8,6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), serta Rp590 juta dari swadaya masyarakat, kata Kadis PU Kota Pontianak. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number