Sintang

SELASA (22/07/2014):(-PARLEMEN-): DPRD Sintang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rencana KUA Dan PPAS *** DPRD Kutai Timur Usulkan Pembentukan Dob Wilayah Pesisir *** Kemarau, Krisis Ekonomi Landa Masyarakat Pedalaman *** (-SEKADAU-):Wabup Sekadau Pimpin Sidak, Banyak Ditemukan Barang Tak Layak Jual *** Disperindangkop Pastikan Stok Sembako Aman ***(-KALIMANATAN BARAT-):BKD Pastikan Penerimaan CPNS 2014 Tidak Berpolemik *** Mantan Direktur RSUD Landak Ditetapkan Sebagai Tersangka *** (-KALIMANTAN TIMUR-):Pemkab Penajam Akan Buka Formasi Khusus Atlet *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Bupati Barito Utara Larang Pungutan PSB *** Masyarakat Palangka Raya Keluhkan Kartu Sehat Barigas *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Banjarmasin Terbaik Kedua Nasional Bidang Pelayanan Publik

Banner
Banner

Diknas Ragukan Data BPS Tentang Buta Aksara

Komentar (0)

28 Agustus 2010, 05:18:58 WIB oleh Eka Airnurrohmah | dilihat: 12 kali

Print

Kalimantan Barat-SINTANG, (kalimantan-news) - Kepala dinas pendidikan Kalimantan Barat Alexsius Akim memastikan bahwa dari tahun ketahun telah terjadi penurunan angka buta aksara. Bahkan ditahun 2011 nanti berdasarkan data yang ada pada dinas yang dimpimpinya, Kalimantan Barat sudah bisa melewati ambang batas buta aksara. Sebab ditahun 2011 nanti diperkirakan angka buta aksara di Kalbar hanya akan tersisa 0,8 persen lagi. Dengan angka-angka ini maka menurutnya Kalbar telah bisa dinyatakan bebas buta aksara, karena angka buta aksara tak mungkin bisa di zerokan. Hal ini diungkapkan Akim saat berada di Sintang belum lama ini.

“Angka buta aksara itu turun dari tahun ketahun. Saya tidak tahu kenapa data yang dibuat BPS tidak mengalami perubahan. Karena kita ragu, maka kita akan segera lakukan cross cek dan bila perlu dilakukan penyamaan persepsi tentang metode pendataan yang dilakukan,”ujarnya.

Menurutnya data yang dimilikinya angka buta aksara di kalbar tahun 2008 lalu hanya tersisa sekitar 238.815 jiwa. Jumlah tersebut dipastikannya telah berubah karena ditahun yang sama telah dilakukan interpensi program untuk sekitar 40 ribu jiwa dengan menggunakan dana APBD. Kemudian interpensi untuk penurunan angka buta aksara juga dilakukan di tahun 2009 dan mampu menambah orang yang melek huruf sebanyak 50 ribu jiwa. Kemudian angka yang sama juga dipastikan tercapai di tahun 2010 ini. sehingga ditahun 2011 nanti diperkirakan hanya akan tersisa sekitar 5,8 persen saja masyarakat Kalbar yang belum melek huruf.

“Angka 5,8 persen itu akan kita habiskan di tahun 2011 sehingga tahun itu angka buta aksara Kalbar hanya tersisa 0,8 persen. Menurut aturan jika sudah dibawah 5 persen maka satu daerah sudah dinyatakan bebas dari buta aksara,”paparnya.

Meski tidak secara tegas menyatakan bahwa data yang dihimpun dari BPS, menurutnya angka 3 juta penduduk Kalbar masih buta aksara dari jumlah penduduknya yang sekitar 4,3 juta sangat tidak masuk akal.

Mantan kadis pendidikan Sintang ini juga tak serta merta menyalahkan metode pendataan yang dilakukan oleh BPS. Sebab menurutnya ia tak tahu persis bagaimana pendataan yang dilakukan oleh BPS. Sedang tentang data yang dimilikinya, ia mengatakan data tersebut diperoleh dari seluruh dinas pendidikan di kabupaten. Data dari kabupaten sendiri menurutnya pastilah diambil dari kecamatan dan kecamatan mengambil dari desa bahkan sampai tingkat RT.

“Kalau RT dan kades salah memberikan data pada dinas pendidikan,  maka salah pula data sampai ke provinsi bahkan sampai kepusat. Tapi saya yakin, ketua RT dan kades pasti tahu mana masyarakatnya yang masih buta huruf dan mana yang sudah melek. Yang jelas kita juga akan lakukan cross cek kembali untuk mengetahui mana data yang benar,”tegasnya. (PHS)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number