Sintang

RABU (26/11/2014): (-SINTANG-): Infrastuktur Tak Genah Masyarakat Perbatasan (Senaning) Pilih Belanja Ke Malaysia *** (-PARLEMEN-): Legislator: Minta Dinkes Sintang Data Aset di Kecamatan dan Desa *** (-KALBAR-): Mantan Wali Kota Pontianak Ditahan *** BNN Ungkap Jaringan Narkotika Berkedok Pemandu Wisata *** (-KALTIM-): Wagub Kaltim: Efesiensi Anggaran Harus Tetap Proporsional *** (-KALTENG-): Barito Utara Alokasikan Dana Pendidikan Rp61 Miliar *** Bupati Barsel Minta Guru Didesa Tidak Pindah *** (-KALSEL-): Pelindo III Laksanakan Sistem E-Nota Untuk Tagihan

Banner
Banner

RSUD Sudarso Pontianak Kekurangan 30 Dokter Spesialis

Komentar (0)

16 Februari 2012, 10:57:16 WIB oleh Admin | dilihat: 57 kali

Print
RSUD Sudarso Pontianak Kekurangan 30 Dokter Spesialis

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Rumah Sakit Umum Daerah dr Sudarso Pontianak kekurangan 30 dokter spesialis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Sekarang hampir 50 dokter spesialis yang ada di RSUD dr Sudarso, tetapi jumlah ini masih kurang terutama untuk spesialis-spesialis tertentu," kata Direktur RSUD dr Sudarso, Gede Sanjaya di Pontianak, Rabu.

Menurut dia, yang dibutuhkan diantaranya dokter spesialis jantung, bedah syaraf, kulit, bedah plastik maupun forensik.

"Bukan hanya jumlah dokter spesialis saja, melainkan juga sub bidangnya," ungkap Gede Sanjaya.

Sedangkan untuk dokter umum, saat ini di RSUD dr Sudarso Pontianak sebanyak 18 orang. Sementara tenaga medis lainnya sekitar 300 orang.

Ia melanjutkan, kalau hanya satu dokter spesialis yang ada, tentu agak sulit untuk melayani pasien.

"Terlebih kalau dokternya hanya satu, dan tugas luar kota, kalau terkendala, repot juga jadinya," kata dia.

Padahal, lanjut dia, untuk penganggaran terkait dokter spesialis tersebut tidak ada masalah.

"Anggarannya cukup besar. Baik dari APBD maupun APBN," ujar Gede Sanjaya.

Saat ini, RSUD dr Sudarso juga terus menambah tempat tidur untuk memperkuat pelayanan ke masyarakat terutama kalangan miskin.

"Ada tambahan 40 tempat tidur, khusus kelas III persalinan," kata Gede Sanjaya. Biayanya mencapai Rp1,3 miliar.

Selain itu, ujar dia, ada penambahan alat medis dengan nilai sekitar Rp4 miliar. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number