Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

RSUD Sudarso Pontianak Kekurangan 30 Dokter Spesialis

Komentar (0)

16 Februari 2012, 10:57:16 WIB oleh Admin

Print
RSUD Sudarso Pontianak Kekurangan 30 Dokter Spesialis

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Rumah Sakit Umum Daerah dr Sudarso Pontianak kekurangan 30 dokter spesialis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Sekarang hampir 50 dokter spesialis yang ada di RSUD dr Sudarso, tetapi jumlah ini masih kurang terutama untuk spesialis-spesialis tertentu," kata Direktur RSUD dr Sudarso, Gede Sanjaya di Pontianak, Rabu.

Menurut dia, yang dibutuhkan diantaranya dokter spesialis jantung, bedah syaraf, kulit, bedah plastik maupun forensik.

"Bukan hanya jumlah dokter spesialis saja, melainkan juga sub bidangnya," ungkap Gede Sanjaya.

Sedangkan untuk dokter umum, saat ini di RSUD dr Sudarso Pontianak sebanyak 18 orang. Sementara tenaga medis lainnya sekitar 300 orang.

Ia melanjutkan, kalau hanya satu dokter spesialis yang ada, tentu agak sulit untuk melayani pasien.

"Terlebih kalau dokternya hanya satu, dan tugas luar kota, kalau terkendala, repot juga jadinya," kata dia.

Padahal, lanjut dia, untuk penganggaran terkait dokter spesialis tersebut tidak ada masalah.

"Anggarannya cukup besar. Baik dari APBD maupun APBN," ujar Gede Sanjaya.

Saat ini, RSUD dr Sudarso juga terus menambah tempat tidur untuk memperkuat pelayanan ke masyarakat terutama kalangan miskin.

"Ada tambahan 40 tempat tidur, khusus kelas III persalinan," kata Gede Sanjaya. Biayanya mencapai Rp1,3 miliar.

Selain itu, ujar dia, ada penambahan alat medis dengan nilai sekitar Rp4 miliar. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number