Sintang

JUMAT (18/04/2014): (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Kalsel Diminta Konsisten Pertahankan Lahan Pertanian *** (-PARLEMEN-): DPRD : Kalsel Harus Bertekad Tuan Rumah PON *** Pelaksanaan UN Di Kalsel Berjalan Lancar *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pembalakan Liar-Penangkapan Ikan Marak Di Jenamas *** (-PEMILU-): Pemilu - KPU Belum Pastikan Pemenang Pemilu Palangka Raya *** Pemilu - KPU Diminta Profesional Dalam Penetapan Hasil Pemilu *** Pemilu - KPU: Penetapan Caleg Usai Rapat Pleno *** KPU Kabupaten/Kota Siap Gelar Rekapitulasi Suara *** (-EKONOMI-): Garuda Optimistis Peningkatan Penjualan Tiket 20 Persen *** Penumpang Pesawat Mulai Meningkat Pasca UN *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kodim 1207 Amankan 49 Karung Gula Ilegal *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Tim Verifikasi K2 Panggil SKPD Tujuh SKPD *** Daftar Tunggu Calon Haji Penajam Hingga 2030 *** Pejabat Gubernur Kaltara Dorong Percepatan Pembentukan DPRD *** Masa Jabatan Pejabat Gubenur Kaltara Diperpanjang *** (-SPORT-): Indonesia Calon Terkuat Tuan Rumah Asian Games 2019

Banner
Banner

Tolak Habib Rizieq, Massa FKPD Blokade Ruan Jalan Provinsi

Komentar (0)

11 Maret 2012, 08:05:24 WIB oleh Petrus Heri Sutopo

Print
Tolak Habib Rizieq, Massa FKPD Blokade Ruan Jalan Provinsi

Sintang-SEPAUK, (kalimantan-news) - Penolakan terhadap kehadiran pimpinan FPI Habib Rizieq yang hari ini berada di Pontianak, dilakukan oleh Forum Komunikasi Pemuda Dayak Kabupaten Sintang dengan melakukan aksi blokade jalan Sintang – Pontianak di desa Lengkenat, Minggu (11/03/2012).

Aksi blokade jalan dengan cara menumbangkan pohon dan melintangkannya di tengah jalan ini, menjadikan arus kendaraan dari dan menuju Pontianak tertahan sejak pagi hingga mencapai hampir puluhan kilometer.

Menurut laporan Kris Lukas yang berada di lokasi, kamacetan kendaraan memang tak dapat dihindarkan akibat blokade tersebut. Dilaporkan, saat ini pihak kepolisian dari Polsek Sepauk dan Polres Sintang  serta ketua DAD Kabupaten Sintang tengah melakukan negosiasi dengan Pengurus dan Koordinator Aksi dari FKPD



“Kapolres dan Ketua DAD Sintang telah melakukan negosiasi dengan FKPD, tapi masih alot,” ungkap Kris Lukas.

Dalam negosiasi tersebut, Kapolres sudah 3 kali melakukan kontak dengan Kapolda terkait tuntutan yang disampaikan FKPD.

“FKPD dalam tuntutannya meminta agar Pimpinan FPI untuk segera meninggalkan Pontianak secepatnya. Jika tidak, maka blokade akan terus dilakukan,” lapor Kris Lukas.

Hingga berita diturunkan, negosiasi masih berlangsung. Sementara arus lalulintas masih panjang terhenti. Namun blokade sempat dibuka untuk rombongan dari kejaksaan yang akan menuju ke Pontianak  untuk melakukan sidang. (*)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number