Sintang

SELASA (02/09/2014):(-SINTANG-):Pemkab Sintang Siapkan Rp20 Miliar Bangun Perbatasan *** Sintang - WWF Indonesia Kerja Sama Susun RTRWK ***(-SEKADAU-):Hubungan Hukum Adat dan Hukuman Negara Dibahas Dalam Rakor Temenggung *** Temenggung Bahas Konvensi Nilai Benda Adat Terkini *** (-PARIWISATA-):Bangunan Betang Youth Center Siap Difungsikan *** (-PEMILU-):Hanura Mengaku Sudah Didekati Sederet Nama Kandidat Pilkada *** (-KALBAR-):Polda Bentuk Tim Dalami Pamen Terlibat Narkoba *** Rektor Untan Ingatkan Ancaman Hukum Saat Opspek *** Kapolda Ancam Tangkap Polisi Disersi Dua Hari *** Tes CPNS Pontianak Di Laboratorium Komputer Untan *** (-KALTIM-):Pemkot Samarinda Siapkan 125 Formasi CPNS *** (-EKONOMI-):Harga Gabah Di Tingkat Petani Kalsel Turun *** (-KALSEL-):Kemenag Kalsel Belum Ada Jatah Penerimaan CPNS *** (-KALTENG-):Dinkes Perketat Pengawasan Depot Air Isi Ulang *** PLN Muara Teweh Lakukan Pemadaman Bergilir *** Warga Mulai Kesulitan Peroleh Air Bersih

Banner
Banner

Tolak Habib Rizieq, Massa FKPD Blokade Ruan Jalan Provinsi

Komentar (0)

11 Maret 2012, 08:05:24 WIB oleh Petrus Heri Sutopo | dilihat: 56 kali

Print
Tolak Habib Rizieq, Massa FKPD Blokade Ruan Jalan Provinsi

Sintang-SEPAUK, (kalimantan-news) - Penolakan terhadap kehadiran pimpinan FPI Habib Rizieq yang hari ini berada di Pontianak, dilakukan oleh Forum Komunikasi Pemuda Dayak Kabupaten Sintang dengan melakukan aksi blokade jalan Sintang – Pontianak di desa Lengkenat, Minggu (11/03/2012).

Aksi blokade jalan dengan cara menumbangkan pohon dan melintangkannya di tengah jalan ini, menjadikan arus kendaraan dari dan menuju Pontianak tertahan sejak pagi hingga mencapai hampir puluhan kilometer.

Menurut laporan Kris Lukas yang berada di lokasi, kamacetan kendaraan memang tak dapat dihindarkan akibat blokade tersebut. Dilaporkan, saat ini pihak kepolisian dari Polsek Sepauk dan Polres Sintang  serta ketua DAD Kabupaten Sintang tengah melakukan negosiasi dengan Pengurus dan Koordinator Aksi dari FKPD



“Kapolres dan Ketua DAD Sintang telah melakukan negosiasi dengan FKPD, tapi masih alot,” ungkap Kris Lukas.

Dalam negosiasi tersebut, Kapolres sudah 3 kali melakukan kontak dengan Kapolda terkait tuntutan yang disampaikan FKPD.

“FKPD dalam tuntutannya meminta agar Pimpinan FPI untuk segera meninggalkan Pontianak secepatnya. Jika tidak, maka blokade akan terus dilakukan,” lapor Kris Lukas.

Hingga berita diturunkan, negosiasi masih berlangsung. Sementara arus lalulintas masih panjang terhenti. Namun blokade sempat dibuka untuk rombongan dari kejaksaan yang akan menuju ke Pontianak  untuk melakukan sidang. (*)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number