Sintang

KAMIS (24/07/2014): (-SINTANG-): 90 Napi Lapas Sintang Dapat Remisi *** Air Kapuas Tak Layak Konsumsi *** Bupati Izinkan Gunakan Mobnas Untuk Mudik *** Kelanjutan Pembangunan Jalan Sungai Ukoi-Tugu Sebeji, Bupati Sarankan Kontraktor Bentuk Tiga Divisi *** DKPK Siaga Kebakaran Dan Sampah *** (-PARIWISATA-): Libur Lebaran, Disbudpar Targetkan Raub Restribusi Rp 60 Juta *** (-SEKADAU-): Bupati Ingatkan Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat *** GKII Daerah Belitang Baru Gelar Rakerda Ke-III *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pulau Larilarian Kembali Masuk Wilayah Kotabaru Kalsel *** (-KALIMANTAN BARAT-): BPN Kubu Raya Kekurangan Juru Ukur *** (-KALIMANTAN TIMUR-): 2.205 Peserta Siap Ikuti UN Paket B

Banner
Banner

Kegiatan Habib Rizieq Di Pontianak Lancar

Komentar (0)

11 Maret 2012, 21:20:53 WIB oleh Admin | dilihat: 8 kali

Print
Kegiatan Habib Rizieq Di Pontianak Lancar

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Meskipun mendapatkan aksi penolakan yang dilakukan Forum Komunikasi Pemuda Dayak Kabupaten Sintang, dengan melakukan pemblokiran ruas jalan provinsi Sintang-Pontianak, namun Kedatangan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq ke Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (11/03/2012), dalam rangka memberikan dakwah berjalan lancar dan aman.

"Beliau (Habib Rizieq ke Pontianak) dalam rangka memberikan dakwah," kata Ketua Dewan Syuro DPD FPI Kalbar Syahrani saat dihubungi di Pontianak, Minggu.

Ia menjelaskan, sejak kedatangan hingga selesainya acara dakwah, berjalan sesuai rencana, sementara itu Ketua Umum FPI Habib Rizieq tidak ada jadwal ke Kabupaten Sintang.

"Penolakan masyarakat tidak benar, kalaupun itu ada dapat dicurigai maysarakat yang ahli maksiat," ujar Syahran.

Sebelumnya, Pimpinan Umum FPI Habib Rizieq pernah melakukan dakwah di Pontianak pada Desember 2011. Ia menjadi salah satu pembicara pada Dialog Nasional Lintas Agama bertema "Memahami Pluralitas Membangun Kebersamaan dalam Kebhinekaan" di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak.

Dialog Nasional Lintas Agama diadakan bertujuan menggali makna nilai-nilai pluralitas dalam ajaran agama yang sudah hampir sirna dari pemahaman masyarakat, mencari kesepahaman bahwa konflik yang mengatasnamakan agama adalah tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang sebenarnya, mencari model penanaman nilai-nilai pluralitas yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, dan berbagi peran dalam mencegah munculnya konflik yang mengatasnamakan agama.

Berkait dengan dialog tersebut, Habib Rizieq menyatakan pihaknya menyambut baik karena adanya dialog dapat mencairkan kebekuan antarumat beragama dewasa ini.

"Belakangan ini keharmonisan antarumat beragama mulai terusik lagi, dimana-mana terjadi konflik antaretnis dan antaragama, makanya kita sambut," katanya.

Ia mengambahkan, adanya dialog dapat mengatasi kebekuan yang tejadi sehingga menjadi cair, maka dialog seperti ini menjadi penting. "Banyak yang tidak saling mengerti menjadi mengerti. Melalui dialog ini mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi yang baik ke depan agar hubungan antaretnis dan agama menjadi lebih baik," ujarnya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number