Sintang

SELASA (23/09/2014):(-SINTANG-): Rangka Baja Jembatan Sungai Arak Tiba Di Ketungau *** Pramuka Kurikulum 2013 Wajib di Ikuti Siswa *** (-MELAWI-): Waspada, Banyak Oknum Jual Abate Palsu *** Pembangunan Kantor Bupati Melawi Berlanjut Pada 2015 *** Firman Tak Permasalahkan Pemilihan Langsung Atau Lewat DPRD

Banner
Banner

PANJANG PERBATASAN MENCAPAI 1.020,8 KILOMETER

Komentar (0)

10 September 2010, 18:51:48 WIB oleh SYUKUR SALEH | dilihat: 28 kali

Print

SINTANG KOTA - Panjang jalur perbatasan dengan Bagian Tmur Malaysia dengan Negara Republik Indonesia khususnya di wilayah Propinsi Kalimantan Barat mencapai 1.020,8 kilometer, yang baru 80 persennya saja didirikan pos pengamanan perbatasan TNI. Sisanya, sekitar 200 kilometer, masih relatif belum terawasi karena belum dibangun pos pamtas dan masih terdiri dari hutan yang lebat.

Kawasan hutan di wilayah itu bukanlah daerah yang ramah. Selain bergunung-gunung dan rapat ditumbuhi tanaman hutan, jalur yang ditempuh pun kadang harus melalui sungai. Dengan medan seperti itu, mobilitas pasukan yang berpatroli mengalami hambatan besar. Untuk mengatasi kekurangan itu, rencananya TNI akan memasang satu radar tambahan lagi di kawasan Putusibau, yang sudah disetujui Panglima TNI dalam rencana strategis tahun 2010. Selama ini baru ada dua radar, di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Saat ini yang bisa jaga dan diawasi oleh pasukan pamtas di Kalimantan Barat hanya sepanjang 875 kilometer. "Pengamanan wilayah tapal batas khususnya perbatasan di Kalimantan Barat memang harus dilakukan secara menyeluruh, baik secara politik, Hankam, ekonomi maupun sosial budaya," kata Pasi Intel Pamtas Gabma Yonif 642/Kapuas, Kapten (Inf) Y Eko Purwanto di Entikong, Kabupaten Sanggau.

Sekarang ini di Kalbar terdapat 29 Pos Pamtas, dua lainnya berada di wilayah Malaysia, tepatnya di Lubok Antu dan Biawak. Sejauh ini tidak ditemukan adanya pergeseran patok batas atau pun hilang. Semuanya tetap berada pada posisi dan koordinat yang sudah ada. Pihak TNI melakukan pengecekan patok batas cukup menggunakan GPS disesuaikan dengan koordinatnya.

Jumlah patok batas yang harus diawasi mencapai 1.400 patok. Model tipe D, model tipe itu jarak satu patok dengan yang lainnya sekitar 100 Meter. Jadi di wilayah perbatasan ini ada berbagai jenis patok yang dipasang. Untuk tipe A jaraknya mencapai 500 meter antara patok. Daerah perbatasan cukup luas mencapai 875 kilometer yang harus diawasi terus. Jika tidak maka keutuhan NKRI bisa terancam.

Selain melakukan pengawasan dan pengamanan patok batas, petugas juga memberikan pemahaman kepada warga perbatasan sikap bela negara dan cinta tanah air, dengan program Bimbingan teritorial masyarakat (Bintermas). Pembinaan kepada masyarakat perbatasan sangat perlu dilakukan, mengingat mereka yang bersinggungan langsung dan berinteraksi dengan negara tetangga (Malaysia), baik dalam hal berniaga, perkawinan dan adat istiadat yang memang hampir mirip bahkan dari segi bahasa daerahnya juga sama.

Untuk wilayah perbatasan memang rentan terancam semangat nasionalism. Karena "digempur" oleh produk Malaysia baik itu elektronik, produk makanan maupun gaya hidup. Sedangkan satu sisi pembangunan di kawasan tapal batas kerap tidak merata, bahkan infrastruktur juga minim sekali.

Namun begitu, semangat nasionalis di daerah perbatasan Entikong baik di Lini I dan II tidak perlu diragukan lagi. Mereka tetap cinta NKRI hal tersebut telah di buktikan ketika melakukan patroli di kawasan tapal batas. "Kebanyakan warga perbatasan memang berinteraksi ke Malaysia namun mereka tetap cinta tanah air.

 

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number