Sintang

JUMAT (18/04/2014): (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Kalsel Diminta Konsisten Pertahankan Lahan Pertanian *** (-PARLEMEN-): DPRD : Kalsel Harus Bertekad Tuan Rumah PON *** Pelaksanaan UN Di Kalsel Berjalan Lancar *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pembalakan Liar-Penangkapan Ikan Marak Di Jenamas *** (-PEMILU-): Pemilu - KPU Belum Pastikan Pemenang Pemilu Palangka Raya *** Pemilu - KPU Diminta Profesional Dalam Penetapan Hasil Pemilu *** Pemilu - KPU: Penetapan Caleg Usai Rapat Pleno *** KPU Kabupaten/Kota Siap Gelar Rekapitulasi Suara *** (-EKONOMI-): Garuda Optimistis Peningkatan Penjualan Tiket 20 Persen *** Penumpang Pesawat Mulai Meningkat Pasca UN *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kodim 1207 Amankan 49 Karung Gula Ilegal *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Tim Verifikasi K2 Panggil SKPD Tujuh SKPD *** Daftar Tunggu Calon Haji Penajam Hingga 2030 *** Pejabat Gubernur Kaltara Dorong Percepatan Pembentukan DPRD *** Masa Jabatan Pejabat Gubenur Kaltara Diperpanjang *** (-SPORT-): Indonesia Calon Terkuat Tuan Rumah Asian Games 2019

Banner
Banner

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel 2011 Meningkat

Komentar (0)

27 Maret 2012, 05:48:01 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Selatan-BANJARMASIN, (kalimantan-news) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di provinsinya 2011 mencapai 6,12 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan 2010 sebesar 5,58 persen.

Saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun Anggaran 2011 pada rapat paripurna DPRD di Banjarmasin, Senin dia menyatakan, sementara pula Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama Tahun 2011 mencapai Rp68,23 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi Kalsel pada 2011 cukup menggembirakan," katanya dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah.

Menurut dia, 70,57 persen PDRB Kalsel berasal dari sektor pertambangan dan penggalian (24,42 persen), pertanian (20,10 persen), pedagangan, hotel dan restoran (15,36 persen), dan jasa-jasa (10,69 persen).

Sedangkan yang 29,43 persen merupakan kontribusi sektor industri pengolahan, pengangkutan dan komunikasi, bangunan, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, listrik, gas dan air bersih.

Sementara PDRB per kapita di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" itu pada 2011, lanjut mantan Bupati Banjar Kalsel itu, juga menggembirakan.

Pada 2011 atas dasar harga berlaku, PDRB per kapita di Kalsel mencapai Rp18,45 juta atau 2.102,17 dolar AS, dengan laju peningkatan 11,84 persen dibandingkan Tahun 2010 sebesar Rp16,49 juta atau 1.820,64 dolar AS.

Ia mengungkapkan, tingkat inflasi di Kalsel selama 2011 hanya mencapai 3,98 persen lebih rendah dari Tahun 2010 sebesar 9,06 persen.

"Tingkat inflasi yang relatif rendah ini mengandung makna harga-harga kebutuhan berarti pula relatif stabil, sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," kata Rudy Ariffin. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number