Sintang

JUMAT (18/04/2014): (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Kalsel Diminta Konsisten Pertahankan Lahan Pertanian *** (-PARLEMEN-): DPRD : Kalsel Harus Bertekad Tuan Rumah PON *** Pelaksanaan UN Di Kalsel Berjalan Lancar *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pembalakan Liar-Penangkapan Ikan Marak Di Jenamas *** (-PEMILU-): Pemilu - KPU Belum Pastikan Pemenang Pemilu Palangka Raya *** Pemilu - KPU Diminta Profesional Dalam Penetapan Hasil Pemilu *** Pemilu - KPU: Penetapan Caleg Usai Rapat Pleno *** KPU Kabupaten/Kota Siap Gelar Rekapitulasi Suara *** (-EKONOMI-): Garuda Optimistis Peningkatan Penjualan Tiket 20 Persen *** Penumpang Pesawat Mulai Meningkat Pasca UN *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kodim 1207 Amankan 49 Karung Gula Ilegal *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Tim Verifikasi K2 Panggil SKPD Tujuh SKPD *** Daftar Tunggu Calon Haji Penajam Hingga 2030 *** Pejabat Gubernur Kaltara Dorong Percepatan Pembentukan DPRD *** Masa Jabatan Pejabat Gubenur Kaltara Diperpanjang *** (-SPORT-): Indonesia Calon Terkuat Tuan Rumah Asian Games 2019

Banner
Banner

LAZ BMH Dinilai Paling Eksis Di Kaltim

Komentar (1)

11 April 2012, 07:02:49 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Timur-BONTANG, (kalimantan-news) - Ketua Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Kalimantan Timur KH M Rasyid menilai Baitul Maal Hidayatullah merupakan lembaga amil zakat (LAZ) nasional di Kaltim yang paling eksis dengan berbagai aktivitasnya.

"Di Kaltim terdapat banyak LAZ nasional, seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, tetapi yang paling eksis di seluruh Indonesia dan di Kaltim adalah Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Karena di provinsi lain aktivitas BMH masih kurang," kata Ketua Bazda Kaltim, KH M Rasyid, di Bontang, Selasa (10/4).

KH M Rasyid hadir dalam rapat kerja daerah Bazda Kota Bontang yang berlangsung di Hotel Tiara Surya yang diikuti 72 peserta.

"Perilaku muzaki (pembayar zakat) itu bermacam-macam, ada yang menyalurkan zakatnya perorangan yang sifatnya konsumtif, menyalurkan setengah-setengah berdasarkan petunjuk dan ada yang tidak berzakat walau kadang infak," ujar Rasyid.

Untuk itu, menurut Rasyid, perlu langkah-langkah kongkrit untuk mendorong muzaki mengeluarkan titipan bagi orang-orang dhuafa.

"Perlu peran majelis taklim, da'i untuk mendorong kaum tidak mampu yang memiliki kewajiban segera mengeluarkan zakat apabila telah mencapai nasab yang sekarang ini diukur dengan emas setara 93 gram atau jika dikonversi dengan dinar setara dengan 85 gram emas," ungkap Rasyid.

Menurut Rasyid, sekarang ini perlu disadari pengurus Bazda dalam mengelola zakat sedekah infak (ZIS) adalah satu amanah, tanggung jawab dengan penuh kejujuran dan amanah sehingga akan timbul kepercayaan muzaki sesuai syariat dan UU Zakat terbaru No. 23 tahun 2011.

"Zakat peruntukkannya jelas untuk kaum dhuafa meliputi delapan golongan (Al Qur'an Surat At Taubah ayat 60) yang arahnya adalah untuk mengangkat kaum dhuafa," kata Rasyid.

Ia mengingatkan pengurus masjid agar tidak mencampur zakat dengan dana kas masjid karena itu tidak diperbolehkan karena berbeda peruntukkan.

"Di Kaltim ada kelompok-kelompok yang membutuhkan pendayagunaan zakat, walau tantangan berat yakni di Long Pahame Kubar dan Sungai Ular Nunukan perbatasan dengan Malaysia," katanya.

Rasyid juga menyampaikan tiga bidang kosentrasi penyaluran Bazda Kaltim yakni dakwah, pendidikan dan ekonomi.

"Dengan mengacu UU Zakat No 23 maka kedepan ada perubahan nomenklatur menjadi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan di tingkat daerah menjadi baznas provinsi dan baznas kabupaten/kota," ujar Rasyid sambil menegaskan ke depan Baznas memiliki kewenangan koordinasi ke semua LAZ.(das/ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • MUHAMMAD ISMAIL, SE

    MUHAMMAD ISMAIL, SE:

    08 November 2013, 03:02:57 WIB

    BMH menjangkau hingga ke pelosok tanah air, memudahkan kita untuk berzakat dan berbagi pengetahuan seputar zakat, maju terus BMH.

Beri Komentar




Security Number