Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

Warga Miskin Perbatasan Nikmati Dana Jamkesmas

Komentar (0)

26 April 2012, 17:21:42 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Timur-NUNUKAN, (kalimantan-news) - Kepala Unit Pelaksana Teknis Jamkesda Kabupaten Nunukan Sabaruddin mengatakan warga miskin di kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia itu telah menikmati dana jaminan jaminan kesehatan masyarakat dan jaminan kesehatan daerah.

"Sumber dana jamkesmas berasal dari APBN melalui Kementerian Kesehatan RI, sedangkan anggaran jamkesda bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan," kata Sabaruddin SKM MKes di Nunukan, Kalimantan Timur, Kamis.

Khusus jamkesda, ujarnya diperuntukkan bagi warga Kabupaten Nunukan dalam bentuk jampersal (jaminan persalinan) dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).

Warga miskin yang berhak mendapatkan dana jamkesmas adalah hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Sementara dana jamkesda diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan.

Menurut dia dana jamkesmas dan jamkesda diperuntukkan pada semua jenis penyakit, mulai dari perawatan hingga biaya obat.

Pada tahun 2011, Kabupaten Nunukan memperoleh anggaran sebesar Rp967 juta lebih, yang dimanfaatkan sebesarRp740 juta lebih. Sisanya dikembalikan kepada negara. Sedangkan anggaran jamkesda sebesar Rp5 miliar lebih.

Warga Kabupaten Nunukan yang memperoleh anggaran jamkesmas pada tahun 2011, lanjut Sabaruddin, untuk pelayanan rawat jalan sebanyak 36.298 jiwa dari seluruh puskesmas, rawat inap sebanyak 274 jiwa dan yang dirujuk sebanyak 265 kunjungan.

"Pencairan dana jamkesmas maupun jamkesda, setelah ada klaim dari pihak puskesmas. Pasien yang rawat jalan yang paling besar menggunakan anggaranya itu Rp265 juta lebih," katanya.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Nunukan, Andi Pancawati mengatakan anggaran yang diklaim dari Puskesmas Nunukan pada tahun 2011 ke UPT Jamkesda Nunukan hanya sebesar Rp57 juta lebih. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number