Sintang

JUM'AT (17/10/2014): (-SINTANG-): 29 Ribu KTP Elektronik Sintang Belum Tercetak *** Penyandang Disabilitas Sintang Dapat Bantuan KUBE *** Bupati Sintang Lepas Peserta Konvensi Misi GKII Nasional *** Bupati Sintang Buka Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi *** (-SEKADAU-): DBD Mewabah, Dalam Sepekan Belasan Kasus Terdeteksi *** Terima Penghargaan Upakarti, Tika : Ini Hasil Dukungan Pemda, dan Masyarakat *** Wabup Hadir Pencanangan KG-PKK, KB-Kes, dan Gemar Makan Ikan di Entikong

Banner
Banner

Bupati Balangan Jadi Pengurus Dewan Adat Dayak

Komentar (2)

30 April 2012, 15:26:43 WIB oleh Admin | dilihat: 61 kali

Print

Kalimantan Selatan-BANJARMASIN, (kalimantan-news) - Bupati Balangan Kalimantan Selatan Sefek Effendie masuk kepengurusan Dewan Adat Dayak periode 212-2017.

Dia mengatakan di Paringin, ibukota Balangan, Senin, telah dilantik dan dikukuhkan secara resmi sebagai salah satu Anggota Dewan Pertimbangan dalam kepengurusan Dewan Adat Dayak (DAD) Balangan.

"Pelantikan dan pengukuhan dilakukan di Banjarmasin pada Sabtu (28/4) lalu berbarengan dengan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Dewan Adat Dayak (DAD) Kalsel di Banjarmasin," ujarnya.

Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Agustin Teras Narang yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah.

Ia mengatakan, dalam kegiatan Rakerda I DAD Kalsel tersebut, DAD Balangan mengirimkan utusan sebanyak 30 orang.

"Dalam kegiatan tersebut, Balangan dipercaya menampilkan salah satu kebudayaan tradisional Dayak Balangan, yaitu Tari Giring-Giring," katanya.

Dengan kepengurusan baru di tubuh DAD Balangan diharapkan dapat lebih mengakomodasi dan memfasilitasi aspirasi dan keinginan masyarakat adat Dayak.

Ia menambahkan, saat ini masih banyak aspirasi masyarakat adat Dayak yang belum terakomodasi dan tertampung secara maksimal.

"DAD Balangan juga dapat menjadi mediator bila seandainya terjadi konflik terutama konflik yang menyangkut wilayah adat Dayak," katanya.

Peran DAD Balangan sebagai penengah dalam konflik yang terjadi di masyarakat adat Dayak saat ini dinilai masih kurang.

Karena itulah, diharapkan ke depannya DAD Balangan dapat lebih meningkatkan peran sebagai mediator dan lembaga yang mengayomi masyarakat adat Dayak setempat.

Pada kegiatan Rakerda I DAD Kalsel itu, perusahaan pertambangan nasional PT Adaro Indonesia menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil ambulans.

Bantuan diserahkan langsung oleh General Manager Officer (GMO) PT Adaro Indonesia Priyadi dan diterima oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Agustin Teras Narang. (phs/Ant)

Komentar (2)

Beri Komentar
  • Steprianus

    Steprianus:

    07 Mei 2012, 11:07:35 WIB

    Sasaran yang paling esensi sebenarnya adalah bagaimana kita memperjuangkan masyarakat adat dayak di pelosok kalimantan agar tidak terkendala lagi oleh minimnya akses infrastruktur, ini yang paling menjadi prioritas. Jadi kita jangan hanya terpaku pada dinamika protokoler dan normatif, sama seperti sebuah patung / belontang berwujud tapi tidak mempunyai roh.

  • DISHA RIMONDA

    DISHA RIMONDA:

    10 Mei 2012, 16:55:33 WIB

    Pak Sefek bagaimana caranya saya untuk mendapatkan tanah hak milik adat (dayak) saya yang terletak di tengah kota Balangan yang dimiliki sejak tahun 1926. berukuran 145 depa X 500 depa ? posisi tanah disisi sungai paring.
    Atas nama Ahmad Thamrin alias Jan Timan Gaman.
    saya sampai sekarang memiliki surat kepemilikan tanah tersebut.

Beri Komentar




Security Number