Sintang

SELASA (30/09/2014): (-SINTANG-): Kejari : Tiga hari Kedepan Abeng Harus Serahkan Diri *** Warga Pertanyakan Marka Jalan Yang Pudar *** Siswi MAN Sintang Terseret Arus Sungai Melawi *** (-ARTIKEL-): Dari Aktivis Mahasiswa, Sampai Duduk di Kursi DPRD *** (-SEKADAU-): 94 Pasien Ikut Operasi Katarak Gratis *** Listrik di Sungai Ayak Padam Sejak Subuh ***(-SANGGAU-): TIM PKK Sanggau Juara Memasak Tingkat Nasional *** (-KALBAR-): Bidan Diminta Mengedepankan Konseling Dalam Melayani KB *** (-KALTIM-): Kampung Terpencil Mahakam Ulu Nikmati Listrik PNPM *** Pemkab Penajam Bentuk Tim Pemeriksaan Hewan Kurban *** (-KALTENG-): Sekolah Di Barsel Belum Terima Buku Kurikulum *** Tokoh Dayak Berkumpul Peringati "Tumbang Anoi" *** Jarak Pandang Hanya 30 Meter Akibat Asap *** (-KALSEL-): Pemkab Banjar Jadwalkan Razia KTP

Banner
Banner

Sekolah Olahraga Kaltim Jadi Acuan Nasional

Komentar (0)

20 Mei 2012, 06:26:34 WIB oleh Admin | dilihat: 28 kali

Print

Kalimantan Timur-SAMARINDA, (kalimantan-news) - Sekolah olahraga milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan nama Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) menjadi acuan nasional karena di saat pemerintah pusat baru mengembangkan, namun di Kaltim sudah berjalan tiga tahun.

"Pertengahan Mei ini jajaran Kemenpora telah mengunjungi SKOI Kaltim, alasannya kami sudah menjalankan SKOI tiga tahun, sedangkan Kemenpora baru akan mendirikan," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Sigit Muryono di Samarinda, Sabtu.

Dia mengatakan, kunjungan pejabat Kemenpora saat itu disertai tim dari Bidang Iptek dan tiga unsur perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Negeri (UN) Jakarta, UN Yogya dan UN Surabaya.

Kehadiran mereka di antaranya untuk menganalisis perkembangan SKOI di Kaltim, yakni terkait sekolah itu akan dijadikan acuan membuat program pengembangan SKOI di berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini, lanjut Sigit, di Indonesia baru ada dua daerah yang memiliki sekolah olahraga, yakni SKOI Kaltim di Samarinda dan Pusat Pelatihan dan Pendidkkan Sekolah Olahraga di Hambalang, Bogor, milik Kemenpora.

SKOI Kaltim didesain khusus bagi olahragawan dengan jenjang SMP dan SMA. Sedangkan di daerah lain seperti di Sidoarjo, Jatim, masih berupa Sekolah Menengah Akhir Olahraga (SMANOR) maupun Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

SKOI Kaltim, menurut Sigit, dinilai berbeda dengan daerah lain. Di Kaltim, seluruh venues eks PON XVII dimanfaatkan sebagai sarana latihan siswa SKOI.

Kemudian, dari 100 murid di SKOI, 21 siswa di antranya sudah masuk dalam Tim PON, sehingga terdapat 25 persen siswa SKOI telah memberi kontribusi untuk menjadi pejuang olahraga dari Kaltim.

Dalam tiga tahun terakhir, lanjut dia, siswa SKOI Kaltim juga berhasil menorehkan prestasi baik tingkat nasional maupun internasional, seperti di Darwin, Australia, dari 50 atlet yang dikirim, berhasil menempatkan posisi di peringkat sembilan besar.

Sigit menyebut, informasi yang ingin diperoleh Kemenpora antara lain, penetapan jumlah cabang olahraga yang memungkinkan ditampung dalam satu asrama, kemudian sistem pembelajaran maupun pelatihannya.

Menurut dia, sistem pembelajaran yang diterapkan SKOI Kaltim dilakukan setelah jadwal latihan, sehingga model dan sistem pembelajaran di SKOI tidak sama dengan sekolah reguler. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number