Sintang

JUM'AT (25/07/2014): (-KALIMANTAN BARAT-): Posko Kesehatan Periksa Urine Sopir *** Dinas Peternakan Ingatkan Warga Teliti Sebelum Membeli *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Pemkab Kutai Timur Gelar Open House Lebaran *** Guru Samarinda Dilarang Takbiran Keliling *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Saat Lebaran *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Masyarakat Diimbau Belanja Tak Berlebihan *** Tabalong Kembangkan Aren Sebagai Produk Unggulan

Banner
Banner

Sekolah Olahraga Kaltim Jadi Acuan Nasional

Komentar (0)

20 Mei 2012, 06:26:34 WIB oleh Admin | dilihat: 10 kali

Print

Kalimantan Timur-SAMARINDA, (kalimantan-news) - Sekolah olahraga milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan nama Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) menjadi acuan nasional karena di saat pemerintah pusat baru mengembangkan, namun di Kaltim sudah berjalan tiga tahun.

"Pertengahan Mei ini jajaran Kemenpora telah mengunjungi SKOI Kaltim, alasannya kami sudah menjalankan SKOI tiga tahun, sedangkan Kemenpora baru akan mendirikan," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Sigit Muryono di Samarinda, Sabtu.

Dia mengatakan, kunjungan pejabat Kemenpora saat itu disertai tim dari Bidang Iptek dan tiga unsur perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Negeri (UN) Jakarta, UN Yogya dan UN Surabaya.

Kehadiran mereka di antaranya untuk menganalisis perkembangan SKOI di Kaltim, yakni terkait sekolah itu akan dijadikan acuan membuat program pengembangan SKOI di berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini, lanjut Sigit, di Indonesia baru ada dua daerah yang memiliki sekolah olahraga, yakni SKOI Kaltim di Samarinda dan Pusat Pelatihan dan Pendidkkan Sekolah Olahraga di Hambalang, Bogor, milik Kemenpora.

SKOI Kaltim didesain khusus bagi olahragawan dengan jenjang SMP dan SMA. Sedangkan di daerah lain seperti di Sidoarjo, Jatim, masih berupa Sekolah Menengah Akhir Olahraga (SMANOR) maupun Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

SKOI Kaltim, menurut Sigit, dinilai berbeda dengan daerah lain. Di Kaltim, seluruh venues eks PON XVII dimanfaatkan sebagai sarana latihan siswa SKOI.

Kemudian, dari 100 murid di SKOI, 21 siswa di antranya sudah masuk dalam Tim PON, sehingga terdapat 25 persen siswa SKOI telah memberi kontribusi untuk menjadi pejuang olahraga dari Kaltim.

Dalam tiga tahun terakhir, lanjut dia, siswa SKOI Kaltim juga berhasil menorehkan prestasi baik tingkat nasional maupun internasional, seperti di Darwin, Australia, dari 50 atlet yang dikirim, berhasil menempatkan posisi di peringkat sembilan besar.

Sigit menyebut, informasi yang ingin diperoleh Kemenpora antara lain, penetapan jumlah cabang olahraga yang memungkinkan ditampung dalam satu asrama, kemudian sistem pembelajaran maupun pelatihannya.

Menurut dia, sistem pembelajaran yang diterapkan SKOI Kaltim dilakukan setelah jadwal latihan, sehingga model dan sistem pembelajaran di SKOI tidak sama dengan sekolah reguler. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number