Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

Kredit Macet KPN Bina Akcaya Setengah Miliar

Komentar (0)

31 Mei 2012, 03:22:34 WIB oleh Petrus Heri Sutopo

Print
Kredit Macet KPN Bina Akcaya Setengah Miliar

Sintang-KOTA, (kalimantan-news) - Selain permasalahan perumahan Jerora, kepengurusan KPN yang baru juga dihadapkan pada penyelesaian kredit macet dengan Bank Syariah terkait dengan pengadaan kendaraan roda dua, yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Jumlah atau nilai kredit yang harus diselesaikan oleh KPN Bina Akcaya ini hampir mencapai setengah miliar rupiah.

"Karena tak pernah diangsur, maka nilainya terus bertambah belum termasuk bunga dan denda. Inilah warisan yang harus dapat kita selesaikan dan ini menyangkut kredibilitas kita kepada Bank," kata ketua KPN Bina Akcaya yang baru terpilih beberapa waktu lalu, Zainal.

Ditambahkannya, jumlah kendaraan roda dua yang dikreditkan kepada anggota saat itu jumlahnya ratusan. Jumlah tersebut saat Pinoh belum terpisah dari Sintang.

"Dan memang yang terbanyak bermasalah adalah yang ada di Nanga Pinoh. Pembicaraan masalah aset Sintang di Pinoh saat mereka otonom mungkin tidak menyentuh kearah situ," kata Zainal.

Di Melawi sendiri, lanjutnya dari data yang ada di KPN Bina Akcaya tercatat sekitar 100 kendaraan roda dua dan hanya 20 kendaraan yang sudah lunas, namun BPKB kendaraan belum dapat dikeluarkan karena pihak Bank baru mengeluarkan jika seluruhnya sudah lunas.

"Bagi yang sudah lunas inilah yang sering mempertanyakan atau meminta BPKB kendaraan mereka. Terbanyak yang belum lunas itu ada di Nangapinoh," ujarnya.

Untuk itulah pihak KPN Bina Akcaya usai serah terima nanti akan segera membicarakan hal tesebut kepada Bank Syariah di Pontianak.

Adapun nilai kredit macet yang harus di lunasi mencapai Rp 492.677.144 atau mendekati setengah miliar.

"Jika tidak segera diurus nilai akan terus bertambah, dan ini akan jadi preseden buruk bagi kita. Ada kemungkinan kita akan membicarakan ini juga antar pemkab," pungkasnya. (*)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number