Sintang

SELASA (02/09/2014):(-SINTANG-):Pemkab Sintang Siapkan Rp20 Miliar Bangun Perbatasan *** Sintang - WWF Indonesia Kerja Sama Susun RTRWK ***(-SEKADAU-):Hubungan Hukum Adat dan Hukuman Negara Dibahas Dalam Rakor Temenggung *** Temenggung Bahas Konvensi Nilai Benda Adat Terkini *** (-PARIWISATA-):Bangunan Betang Youth Center Siap Difungsikan *** (-PEMILU-):Hanura Mengaku Sudah Didekati Sederet Nama Kandidat Pilkada *** (-KALBAR-):Polda Bentuk Tim Dalami Pamen Terlibat Narkoba *** Rektor Untan Ingatkan Ancaman Hukum Saat Opspek *** Kapolda Ancam Tangkap Polisi Disersi Dua Hari *** Tes CPNS Pontianak Di Laboratorium Komputer Untan *** (-KALTIM-):Pemkot Samarinda Siapkan 125 Formasi CPNS *** (-EKONOMI-):Harga Gabah Di Tingkat Petani Kalsel Turun *** (-KALSEL-):Kemenag Kalsel Belum Ada Jatah Penerimaan CPNS *** (-KALTENG-):Dinkes Perketat Pengawasan Depot Air Isi Ulang *** PLN Muara Teweh Lakukan Pemadaman Bergilir *** Warga Mulai Kesulitan Peroleh Air Bersih

Banner
Banner

Imbauan Untuk Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalbar

Komentar (0)

25 Juni 2012, 10:13:30 WIB oleh Admin | dilihat: 20 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Pemerintah Daerah Kalimantan Barat mengimbau masyarakat setempat untuk memasang bendera setengah tiang pada 28 Juni sebagai peringatan terhadap Hari Berkabung Daerah di provinsi itu.

"Peringatan Hari Berkabung Daerah ini merupakan penghormatan kita kepada para pejuang dan rakyat Kalimantan Barat yang gugur dalam pendudukan Jepang dulu," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Kalbar M. Ridwan di Pontianak, Senin.

Hari Berkabung Daerah merupakan saat diperingatinya Tragedi Mandor yang mengakibatkan banyak korban jiwa dalam perlawanan terhadap pendudukan Jepang.

Menurut dia bahwa salah satu bentuk peringatan saat masa kelam bagi masyarakat Kalbar itu dengan melakukan upacara dan mengibarkan bendera setengah tiang.

Peringatan Hari Berkabung Daerah tersebut dilakukan oleh semua masyarakat Kalbar, dinas, instansi, dan pemerintah maupun swasta tanpa terkecuali.

Ia mengimbau agar setiap instansi pemerintah maupun swasta supaya mengibarkan bendera setengah tiang serta menggelar upcara di masing-masing instansinya.

"Mulai dari SD sampai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, BUMN/BUMD dan swasta serta pemerintah kabupaten/kota beserta seluruh jajarannya," kata dia.

Keputusan tentang itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pedoman Tata Upacara Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalbar.

Dalam Pergub tersebut juga diatur tentang lokasi peringatan Hari Berkabung Daerah Tingkat Provinsi Kalbar dilaksanakan di Makam Juang Mandor.

Sedangkan untuk tingkat pemerintah kota ataupun kabupaten, peringatan dilaksanakan di wilayah masing-masing. Begitu pula untuk satuan kerja pemerintah daerah tingkat provinsi, instansi vertikal, lembaga pendidikan formal di lingkungan Provinsi Kalbar, melaksanakan upacara di lingkungan masing-masing.

Urutan pelaksanaan Upacara Hari Berkabung Daerah yang diatur dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2011 tersebut antara lain menyanyikan dan atau mendengarkan lagu kebangsaan dan lagu perjuangan, penghormatan kepada arwah para pejuang dipimpin oleh inspektur upacara, mengheningkan cipta.

Kemudian pembacaan sejarah singkat Makam Juang Mandor, peletakan karangan bunga oleh inspektur upacara dan wakil ahli waris korban, pembacaan doa dan dilanjutkan dengan tabur bunga di 10 makam.

Upacara di Makam Juang Mandor umumnya diikuti oleh Gubernur/Wakil Gubernur, Anggota DPRD Provinsi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, ahli waris, dan masyarakat.

Sedangkan pelaksanaan upacara di SKPD atau instansi vertikal, setelah pembacaan sejarah singkat Makam Juang Mandor, dilanjutkan dengan sambutan inspektur upacara dan pembacaan doa. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number