Sintang

KAMIS(10/07/2014):(-PARLEMEN-): Kotabaru Dan DPRD Kalsel Tagih Janji Dirjen *** Raperda Pemberdayaan Tenaga Kerja Kalsel Dinilai Tepat *** (-PEMILU-): Wagub Kalbar: Tunggu Hasil Resmi Pemenang Pilpres *** Bawaslu Awasi Rekapitulasi Surat Suara Di PPS *** Polda Kalbar Geser Pasukan Ke Tingkat PPS *** KPU Minta Masyarakat Bersabar *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Kejaksaan Sampit Segera Sita Aset Hasil Korupsi *** Pemkab Barito Utara Dapat 85 Formasi CPNS *** Pelni: Jangan Beli Tiket Melalui Calo *** Penumpang Kapal Diimbau Tidak Bawa Barang Berlebihan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pemkot Pontianak Sediakan Seragam Sekolah Gratis

Banner
Banner

Petani Sawit Kreatif Atasi Serangan Landak

Komentar (0)

13 Juli 2012, 09:57:45 WIB oleh Admin | dilihat: 17 kali

Print

Kalimantan Selatan-KOTA BARU, (kalimantan-news) - Petani kelapa sawit di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan belakangan ini mulai kreatif mengatasi serangan hama landak yang memakan dan menghancurkan tanaman kelapa sawit berumur kurang dari 1,5 tahun.

Seorang petani sawit di Kecamatan Kelumpang Hulu, Akhmad Berkati, Jumat mengaku sempat kewalahan mengatasi serangan salah satu jenis hewan pengerat (Rodentia) yang memakan tanaman kelapa sawitnya.

"Alhamdulillah, kini kami baru tahu bahwa mengatasi landak bisa dilakukan dengan masang jaring di sekeliling kebun tanaman sawit," katanya.

Sebelumnya, kata Berkati, dia mencoba beberapa racun, namun landak yang diracun itu tidak mau memakannya, mungkin tahu bahwa makanan itu dicampur racun.

Bahkan ia juga pernah mencoba menggunakan seng untuk memagar pohon kelapa sawit yang baru ditanam.

Setelah diamati, memang Landak tidak bisa menyerang namun ternyata seng tersebut mengganggu pertumbuhan pohon kelapa sawit.

Namun setelah bingung mencari cara yang ampuh tidak juga ketemu, Berkati akhirnya mencoba membeli beberapa kilo jaring yang biasa dipergunakan untuk menangkap ikan oleh nelayan, digunting selebar satu meter dan dipasang di pagar kelapa sawit.

Berkati mengaku, lahan sekitar tiga hektare yang kini sudah buah itu dulunya juga sempat diserang landak, tetapi kini sudah tidak lagi.

Hal yang sama juga dialami petani asal Kecamatan Hampang, Utuh.

Sebagian mereka kini menggunakan jaring ikan untuk menghindari serangan landak.

"Bahkan apabila ada landak yang akan masuk kebun, landak tersebut terjebak dan terpuntal akhirnya mati di jaring ikan itu," ujar Utuh.

Petani asal Kecamatan Kelumpang Selatan, Sholeh, juga mengalami hal yang sama seperti Akhmad Berkati.

Bahkan ia juga sempat memasang seng setiap pohon kelapa sawit yang ditanam di lahan sekitar empat hektare.

"Setelah pohonnya besar, seng membuka dan landak kembali menyerang," tuturnya.

Serangkan landak masih ia rasakan terlebih disaat turun hujan dan kondisi kebun tidak bersih dari gulma.

Ia mengaku akan membeli mengaku kewalahan mengatasi serangan landak tersebut.

Sementara itu, hewan landak adala hewan yang memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam.

Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika. Landak merupakan hewan pengerat terbesar ketiga dari segi ukuran tubuh, setelah kapibara dan berang-berang.

Hewan ini agak "membulat" serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus. Karena rambut durinya, hewan lain yang mirip namun bukan pengerat, seperti hedgehog dan landak semut (Echidna), juga dikenali sebagai "landak".

Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number