Sintang

JUMAT (24/10/2014): (-SINTANG-): Bupati Sintang Lepas Persista U 17 Ke Jember *** Pastikan BBGRM Berjalan, Tim Tinjau Pelaksanaan Gotong Royong *** (-SEKADAU-): Pemkab Sekadau Cari Solusi Berantas Bencana DBD *** (-KALBAR-): Pemkot Pontianak Hijaukan Alun-Alun Kapuas Dengan Pohon *** )-EKONOMI-): Garuda Akan Resmikan Rute Intra Kalimantan *** (KALTIM-): Berau Kembangkan Pusat Pembibitan Ternak Perdesaan *** Samarinda Kembali Diselimuti Kabut Asap *** (-KALTENG-): Presiden MADN: Jangan Terprovokasi Dan Hindari Konflik

Banner
Banner

Pilkada HSU Bisa Di Ulang

Komentar (1)

22 Juli 2012, 12:57:47 WIB oleh Admin | dilihat: 44 kali

Print

Kalimantan Selatan-HULU SUNGAI UTARA, (kalimantan-news) - Pilkada Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan bisa diulang bila Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat kalah dalam sidang gugatan dua pasangan calon bupati dilaksanakan Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Senin (23/7) 2012.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu calon bupati HSU pada Pilkada lalu, Hamli Kursani di Amuntai, ibu kota Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu, saat dihubungi melalui sambungan telpon.

"Bila kami memenangkan gugatan pada sidang yang dilaksanakan oleh MK nanti, maka KPUD HSU dalam hal ini terbukti melakukan kesalahan sehingga pelaksanaan Pilkada 25 Juni lalu, harus di ulang," katanya.

Sebelumnya, dua pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada setempat, Hamli Kursani-Sutoyo Sandy dan Hasib Salim - Maliki Djarkasi (Assalam) menggugat KPUD HSU karena merasa dirugikan.

Pasangan Hamli Kursani- Sutoyo Sandy menggugat hasil verifikasi penetapan calon bupati dan wakil bupati, sedangkan pasangan Assalam melakukan gugatan atas hasil perolehan perhitungan suara yang menurut versi mereka terjadi kecurangan.

Menurutnya, pemberitahuan perihal dikabulkannya gugatan yang mereka ajukan dan surat panggilan dari MK telah ia terima.

"Saya sudah menerima surat panggilan dari MK RI yang isinya memberitahukan dan meminta untuk datang pada sidang yang akan dilaksanakan pada Senin mendatang," ujarnya.

Berdasarkan surat dari MK RI dengan Nomor 729.50/PAN.MK/7/2012 yang telah diterima, ia mengatakan akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri sidang tersebut.

"Penetapan calon bupati dan wakil bupati yang dilakukan oleh KPUD HSU adalah keliru dan itu nanti akan dibuktikan pada persidangan yang dilaksanakan oleh MK," ujarnya.

Ia menambahkan, seharusnya ia dan pasangannya lolos sebagai calon bupati dan wakil bupati HSU pada Pilkada lalu karena di usung oleh Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sah pimpinan Abdul Gaffar.

"Akan tetapi KPUD HSU justru meloloskan pasangan yang diusung oleh DPC PPP versi Rudy Arifin. Karena itulah, kami merasa dirugikan dan memutuskan untuk mengajukan gugatan," tambahnya.

Menjelang Pilkada setempat pada 25 Juni lalu terjadi perpecahan di kubu PPP, dimana kepemimpinan DPC PPP HSU pimpinan Abdul Gaffar dibekukan oleh Ketua DPD PPP Kalsel, Rudy Arifin yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalsel, karena mengusung pasangan yang berbeda.

Hasil verifikasi dari KPUD setempat kemudian memutuskan pasangan yang di usung oleh DPC PPP pimpinan Abdul Gaffar tidak sah dan tidak berhak mengikuti Pilkada.

Atas keputusan KPUD HSU tersebut, pasangan Hamli Kursani- Sutoyo Sandy yang di usung oleh DPC PPP pimpinan Abdul Gaffar kemudian mengajukan gugatan kepada MK dan telah dikabulkan. (phs/Ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • acah

    acah:

    30 Juli 2012, 05:00:03 WIB

    dari pada di ulang lebih baik duit gasan pilkada dijulung ke bakal calon bupati nya itung-itung ganti biaya pangalih klo pilkada lagi apa kada di ulang lagi,soal nya jiwa para calonnya siap menang haram bila kalah atau bagantian haja satahun surang

Beri Komentar




Security Number