Sintang

SENIN (21/04/2014): (-SINTANG-): Bandara Sosilo Sintang Sangat Layak Untuk Sekolah Penerbangan *** Kati Evelina: Kita Harapkan Anyaman dan Tenun Ikat Sintang dapat Go Internasional *** (-PEMILU-): Golkar Banjarbaru Raih Lima Kursi DPRD *** Nasdem Klaim Peroleh Enam Kursi DPRD Pontianak *** Gerindra Peroleh Suara Tertinggi Di Nunukan *** (-SPORT-): Kemenpora Berencana Kirim Tim Ke IOC (-KALIMANTAN SELATAN-): Kalsel Pelajari SJKN RSUD Bumi Asih Jakarta *** (-ARTIKEL-): Perjuangan Kalsel Lepas Dari Cengkeraman "Gurita" Narkoba *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Kebakaran Pasar Di Sampit Tewaskan Satu Keluarga *** Pemkab Barut Siapkan Bantuan Sapi Dan Kambing *** Pengelolaan PBB-P2 Di Barut Terkendala Revisi Perda *** (-KALIMANTAN BARAT-): BKKBN Kalbar Dorong Pembentukan PIK Remaja *** Satpol PP Bongkar Bangunan PKL Pasar Flamboyan *** (-KALIMANTAN UTARA-): Polres Nunukan Selidiki Kasus Penemuan Bayi *** (-PARIWISATA-): 11 Negara Akan Ikuti Pesta Budaya Erau

Banner
Banner

Walhi: 34 Titik Api Berada Di Perkebunan

Komentar (0)

07 Agustus 2012, 16:17:11 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Barat, mencatat ada sekitar 34 dari 61 titik api pada tanggal 31 Juli 2012, berada di kawasan perkebunan besar yang tersebar di sembilan kabupaten provinsi itu.

"Dari data itu membuktikan, tidak benar biang kerok kabut asap akibat pembakaran lahan pertanian, karena saat ini bukan musim membuka lahan pertanian atau ladang," kata Kepala Divisi Riset dan Kampanye Walhi Kalbar Hendrikus Adam dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Selasa.

Data Walhi Kalbar, pada 31 Juli 2012 terpantau sebanyak 61 titik api, 36 titik api diantaranya berada pada 31 konsesi perusahaan perkebunan besar yang tersebar di sembilan kabupaten.

Diantaranya, di Kabupaten Bengkayang titik api terpantau pada dua perusahaan perkebunan, Landak lima perusahaan perkebunan, Sanggau empat perkebunan, Sekadau satu perkebunan, Sintang 9 perkebunan, Ketapang dua perkebunan, Kubu Raya lima perkebunan, Kapuas Hulu dua perkebunan, dan Kabupaten Kayong Utara terpantau pada tiga perkebunan.

Hendrikus Adam berharap, dengan temuan tersebut, pemerintah hendaknya mengambil tindakan dan sanksi yang tegas pada perusahaan perkebunan yang masih terbukti melakukan pembakaran dalam pembersihan lahannya agar memberikan efek jera.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan kabut asap pada malam hari dan pagi hari kembali menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, meskipun belum sampai mengganggu aktivitas sebagian warga kota itu.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak dalam sepekan terakhir menemukan 49 titik api yang tersebar pada beberapa daerah di Kalimantan Barat.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak Supriyadi menyatakan, titik api tersebut terpantau sejak tanggal 27 Juli lalu ada 10 titik api yang tersebar di Kalbar. Jumlah tersebut kemudian meningkat pada tanggal 28 Juli dengan 17 titik api.

Kemudian, pada tanggal 29 Juli sebanyak 47 titik api; 30 Juli tercatat 43 titik api; 31 Juli terdapat 62 titik api; 1 Agustus kemarin, meningkat lagi menjadi 49 titik api.

Dalam kesempatan itu, Prakirawan BMKG Supadio memprediksi cuaca panas yang terjadi di kota Pontianak dan sekitarnya saat ini akan terus berlanjut hingga satu pekan ke depan.

"Dalam empat hari terakhir ini suhu di Pontianak dan sekitarnya mencapai 33 derajat Celsius. Karena panasnya suhu sehingga membuat masyarakat merasa gerah di siang hari," ujarnya.

Menurutnya, cuaca panas itu disebabkan pada bulan Juli ini yang merupakan musim yang memiliki curah hujan yang rendah. Sementara itu, saat ini Pontianak juga sedang masuk musim pancaroba yang memiliki jumlah hujan lebih sedikit.

Ia menjelaskan, suhu panas tersebut semakin diperparah karena pertumbuhan awan di garis khatulistiwa memang sedikit. Sehingga sinar dan panas matahari langsung memantul ke bumi, tanpa di serap awan terlebih dahulu.

Supriadi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, untuk mencegah meluasnya pembakaran mengingat untuk areal gambut akan sangat mudah terbakar. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number