Sintang

SENIN (28/07/2014): Bupati Sintang Melepas Takbir Keliling *** Kebakaran Hutan Jadi Tontonan Warga *** Sehari Menjelang Labaran Harga Daging Sapi Di Sintang Tembus Rp 200 Ribu/Kg *** (-SPORT-): Dua Atlet anggar Sintang akan berlaga pada Sea Games 2018 *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Muslim Kalsel Do'akan Keselamatan Palestina *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Trans Kalimantan Poros Selatan Masih Ramai Pemudik *** (-KALIMANTAN BARAT-): Ziarah Kubur Warnai Lebaran Pertama Di Sambas *** Pembangunan Masjid Mujahidin Pontianak Capai 75 Persen *** Khatib Mengajak Umat Islam Jaga Fitrah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Kebakaran Hanguskan 54 Rumah Di Kutai *** Wali Kota Balikpapan : Mari Kembali Jalin Persatuan

Banner
Banner

Hasil Perkebunan Warga Sebatik Dipasarkan Di Malaysia

Komentar (0)

30 September 2012, 06:44:40 WIB oleh Admin | dilihat: 5 kali

Print

Kalimantan Timur-NUNUKAN, (kalimantan-news) - Hasil perkebunan warga Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur selama ini hanya dipasarkan di Tawau Malaysia.

Seorang warga Pulau Sebatik, Umar di Sebatik, Sabtu (29/9), mengaku, hasil-hasil perkebunan masyarakat pulau ini setiap hari dijual kepada pengusaha di Tawau Malaysia.

Bukan hanya hasil perkebunan, katanya, hasil pertanian pun seperti sayur-sayuran berupa tomat, cabai, kacang semuanya dibawa ke negara tetangga tersebut.

Menurut dia, hasil kebun dan pertanian diangkut dengan menggunakan perahu ketinting melalui Sungai Ajikuning dan Lalosalo setiap hari.

Mengenai hasil kebun, lanjut Umar, berupa pisang, buah-buahan dan terutama kelapa sawit.

Ia menambahkan pisang misalnya setiap sisir dijual di Tawau seharga 1 ringgit Malaysia atau setara dengan Rp3.000.

Namun harga tersebut tidak stabil, berhubung pedagang Tawau seringkali mempermainkan harga apabila diketahui pasokan sangat banyak dari Pulau Sebatik.

"Harga hasil kebun masyarakat Sebatik biasa dibeli murah oleh pedagang di sana (Tawau) kalau diketahui banyak pasokan dari sini (Sebatik). Tapi kita harus terima daripada rusak," kata Umar yang seringkali dikecewakan oleh pedagang Tawau.

Oleh karena itu, para petani di Pulau Sebatik sangat mengharapkan upaya pemerintah dengan langkah apapun supaya pengusaha Malaysia khususnya dari Tawau yang datang membeli hasil perkebunan dan pertanian di Pulau Sebatik agar tidak seenaknya mempermainkan harga.

Selama ini, kata Umar, masyarakat Sebatik senang atau tidak senang harus membawa hasil kebun dan pertaniannya ke Tawau karena hanya di sana lah pemasaran satu-satunya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number