Sintang

SENIN (20/10/2014): (-SEKADAU-): Petani Karet Menjerit Harga Makin Anjlok *** Pembekalan Kepada CPNS K-2, Sekda : Pegawai Harus Jaga Sikap Mental *** Sujinem Terharu Terima Dana Kemanusiaan *** (-KALSEL-): Kotabaru Bangun Rumah Singgah Bagi Warga Dayak *** (-KALTENG-): BPJS Kesehatan Dorong RSUD Seruyan Jadi BLUD *** (-NASIONAL-): Idha Diberikan Waktu Tiga Hari Hadirkan Saksi *** TNI: Malaysia Cabut Rambu Suar Tanjung Datuk *** (-SANGGAU-): Satpol PP Sanggau Amankan Remaja Pengguna Narkoba *** (-KALBAR-): BPMPD : Pemerintah Makin Selektif Mekarkan Desa *** (-PARIWISATA-): Keraton Tayan Gelar Tradisi Mandi Bedil-Perang Ketupat *** (-SINTANG-): Pemkab Sintang Tetapkan Het Gas Tiga Kilogram *** (-EKONOMI-): GAPKI: Perkuat Infrastruktur Hilirisasi Sawit Luar Jawa (-KALTIM-): Pemprov Kaltim Dorong Percepatan Penerapan Pertanian Modern

Banner
Banner

Tingkat Serapan BOP Di Tanbu Masih Rendah

Komentar (0)

13 Oktober 2012, 12:48:25 WIB oleh Admin | dilihat: 19 kali

Print

Kalimantan Selatan-TANAH BUMBU, (kalimantan-news) - Tingkat serapan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) di lingkiungan pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan 2012 masih relatif rendah.

Kepala dinas pendidikan pemuda dan olah raga (Disdikpora), Kabupaten Tanbu, Idjrai'i, M.Pd di Batulicin,Sabtu mengatakan rendanya penyerapan dana BOP disebabkan kurang lancaranya pelaporan pertanggungjawaban administrasi dari pihak sekolah.

"Tidak sedikit sekolah yang belum siap melaporkan pertanggungjawaban penggunaan dana BOP tersebut. Sehingga alokasi BOP tahap berikutnya belum secara maskimal bisa kami salurkan atau terserap oleh mereka," katanya.

Sejak awal 2012, jelas Idjra'i pemerintah kabupaten (Pemkab) Tanbu mengalokasi dana BOP sekitar Rp24 miliar. Dana itu baru terserap ke semua sekolah pada triwulan pertama dan triwulan kedua, sedangakan untuk triwulan ketiga belum bisa terserap secara keseluruhan pada masing-masing sekolah.

Menurut Idjra'i, seperti halnya penyaluran biaya operasional sekolah (BOS), alokasi dana BOP juga telah diperuntukan mendukung pelaksanaan program wajib belajar (Wajar) 12 tahun.

Dana BOP tidak hanya disalurkan untuk golongan sekolah negeri saja tapi juga sekolah swasta mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK.

Seluruh sekolah penerima BOP juga harus memenuhi persyaratan tertentu seperti ijin operasional belajar minimal satu tahun berjalan. Usulan BOP dilakukan secara berjenjang dengan proses sistem seleksi pelaporan administrasi yang dilakukan instansi terkait.

Sesuai data yang dimiliki Disdikpora Tanbu jumlah sekolah penerima BOP tahun ini kurang lebih ada 292 sekolah. Dengan rincian sekolah SD negeri dan swasta(MI) sekitar 200 sekolah, SMP negeri dan swasta (MTs)59 sekolah, dan SMA negeri beserta swasta (MA)nya sekitar 33 sekolah.

"Kesadaran pihak sekolah untuk membuat laporan pertanggungjawaban BOP sangat diperlukan. Supaya tingkat penyeraapanya berlangsung secara maksimal," demikian Idjra'i. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number