Sintang

SENIN (20/10/2014): (-SEKADAU-): Petani Karet Menjerit Harga Makin Anjlok *** Pembekalan Kepada CPNS K-2, Sekda : Pegawai Harus Jaga Sikap Mental *** Sujinem Terharu Terima Dana Kemanusiaan *** (-KALSEL-): Kotabaru Bangun Rumah Singgah Bagi Warga Dayak *** (-KALTENG-): BPJS Kesehatan Dorong RSUD Seruyan Jadi BLUD *** (-NASIONAL-): Idha Diberikan Waktu Tiga Hari Hadirkan Saksi *** TNI: Malaysia Cabut Rambu Suar Tanjung Datuk *** (-SANGGAU-): Satpol PP Sanggau Amankan Remaja Pengguna Narkoba *** (-KALBAR-): BPMPD : Pemerintah Makin Selektif Mekarkan Desa *** (-PARIWISATA-): Keraton Tayan Gelar Tradisi Mandi Bedil-Perang Ketupat *** (-SINTANG-): Pemkab Sintang Tetapkan Het Gas Tiga Kilogram *** (-EKONOMI-): GAPKI: Perkuat Infrastruktur Hilirisasi Sawit Luar Jawa (-KALTIM-): Pemprov Kaltim Dorong Percepatan Penerapan Pertanian Modern

Banner
Banner

PLN Sayangkan Keterlambatan Proyek PLTU

Komentar (1)

30 Oktober 2012, 16:15:16 WIB oleh Admin | dilihat: 38 kali

Print
PLN Sayangkan Keterlambatan Proyek PLTU

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - General Manajer PLN Wilayah Kalimantan Barat, Daniel S Bangun menyayangkan keterlambatan sejumlah proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di provinsi itu.

"Tetapi ini fenomena di seluruh Tanah Air, termasuk di Kalbar," kata Daniel S Bangun saat dihubungi di Pontianak, Selasa.

Secara keseluruhan, ada tiga proyek pembangkit listrik skala besar di Kalbar yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan dengan kapasitas total 265 Mega Watt (MW).

Ketiga proyek tersebut yakni 2 x 50 MW Parit Baru (Kabupaten Pontianak), 2 x 27,5 MW Tanjung Gundul (Kabupaten Bengkayang) dan 2 x 55 MW. Semula proyek tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan 2012. Namun, kemudian berubah menjadi tahun 2013.

"Informasi terakhir, rencananya triwulan pertama 2014," ucap.

Menurut dia, dalam pembangunan pembangkit listrik tersebut, PLN menyiapkan dukungan di antaranya pembebasan lahan.

Proyek Manajer PLTU Kalbar PLN, I Wayan Semudiarsa mengatakan, kendala dalam pembangunan pembangkit listrik itu dari segi teknis dan finansial.

Ia mencontohkan di PLTU Parit Baru, lahan yang dijadikan areal lokasi pembangunan di daerah rawa atau gambut, sehingga butuh waktu lebih lama untuk persiapannya.

Selain itu, lanjut dia, di Tanjung Gundul juga masih ada sedikit kendala dalam pembebasan lahannya.

Namun, ia optimistis target operasional pada awal tahun 2014 dapat tercapai. "Penyelesaian pembangunan diperkirakan pada akhir tahun 2013. Satu mesin dulu yang masuk," ujar dia.

Sejumlah pembangkit listrik tenaga uap skala kecil juga tengah dibangun di Kalbar. Di Sanggau 2 x 7 MW yang diharapkan dapat mulai masuk ke sistem pada akhir tahun ini. (phs/Ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • Iwenk

    Iwenk:

    31 Oktober 2012, 05:27:21 WIB

    Kurangnya Main Contractor untuk melibatkan kontraktor lokal menjadi penghambat percepatan pembangunan PLTU project di Kal-Bar, kurang siapnya dan ke tidak profesional maincon juga menjadi salah satu penyebab keterlambatan project tersebut, semoga pembangunan PLTU di Kal-Bar hasilnya tidak mengecewakan masyarakat Kal-Bar..

Beri Komentar




Security Number