Sintang

SELASA (30/09/2014): (-SINTANG-): Kejari : Tiga hari Kedepan Abeng Harus Serahkan Diri *** Warga Pertanyakan Marka Jalan Yang Pudar *** Siswi MAN Sintang Terseret Arus Sungai Melawi *** (-ARTIKEL-): Dari Aktivis Mahasiswa, Sampai Duduk di Kursi DPRD *** (-SEKADAU-): 94 Pasien Ikut Operasi Katarak Gratis *** Listrik di Sungai Ayak Padam Sejak Subuh ***(-SANGGAU-): TIM PKK Sanggau Juara Memasak Tingkat Nasional *** (-KALBAR-): Bidan Diminta Mengedepankan Konseling Dalam Melayani KB *** (-KALTIM-): Kampung Terpencil Mahakam Ulu Nikmati Listrik PNPM *** Pemkab Penajam Bentuk Tim Pemeriksaan Hewan Kurban *** (-KALTENG-): Sekolah Di Barsel Belum Terima Buku Kurikulum *** Tokoh Dayak Berkumpul Peringati "Tumbang Anoi" *** Jarak Pandang Hanya 30 Meter Akibat Asap *** (-KALSEL-): Pemkab Banjar Jadwalkan Razia KTP

Banner
Banner

PLN Sayangkan Keterlambatan Proyek PLTU

Komentar (1)

30 Oktober 2012, 16:15:16 WIB oleh Admin | dilihat: 33 kali

Print
PLN Sayangkan Keterlambatan Proyek PLTU

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - General Manajer PLN Wilayah Kalimantan Barat, Daniel S Bangun menyayangkan keterlambatan sejumlah proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di provinsi itu.

"Tetapi ini fenomena di seluruh Tanah Air, termasuk di Kalbar," kata Daniel S Bangun saat dihubungi di Pontianak, Selasa.

Secara keseluruhan, ada tiga proyek pembangkit listrik skala besar di Kalbar yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan dengan kapasitas total 265 Mega Watt (MW).

Ketiga proyek tersebut yakni 2 x 50 MW Parit Baru (Kabupaten Pontianak), 2 x 27,5 MW Tanjung Gundul (Kabupaten Bengkayang) dan 2 x 55 MW. Semula proyek tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan 2012. Namun, kemudian berubah menjadi tahun 2013.

"Informasi terakhir, rencananya triwulan pertama 2014," ucap.

Menurut dia, dalam pembangunan pembangkit listrik tersebut, PLN menyiapkan dukungan di antaranya pembebasan lahan.

Proyek Manajer PLTU Kalbar PLN, I Wayan Semudiarsa mengatakan, kendala dalam pembangunan pembangkit listrik itu dari segi teknis dan finansial.

Ia mencontohkan di PLTU Parit Baru, lahan yang dijadikan areal lokasi pembangunan di daerah rawa atau gambut, sehingga butuh waktu lebih lama untuk persiapannya.

Selain itu, lanjut dia, di Tanjung Gundul juga masih ada sedikit kendala dalam pembebasan lahannya.

Namun, ia optimistis target operasional pada awal tahun 2014 dapat tercapai. "Penyelesaian pembangunan diperkirakan pada akhir tahun 2013. Satu mesin dulu yang masuk," ujar dia.

Sejumlah pembangkit listrik tenaga uap skala kecil juga tengah dibangun di Kalbar. Di Sanggau 2 x 7 MW yang diharapkan dapat mulai masuk ke sistem pada akhir tahun ini. (phs/Ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • Iwenk

    Iwenk:

    31 Oktober 2012, 05:27:21 WIB

    Kurangnya Main Contractor untuk melibatkan kontraktor lokal menjadi penghambat percepatan pembangunan PLTU project di Kal-Bar, kurang siapnya dan ke tidak profesional maincon juga menjadi salah satu penyebab keterlambatan project tersebut, semoga pembangunan PLTU di Kal-Bar hasilnya tidak mengecewakan masyarakat Kal-Bar..

Beri Komentar




Security Number