Sintang

RABU (26/11/2014): (-SINTANG-): Infrastuktur Tak Genah Masyarakat Perbatasan (Senaning) Pilih Belanja Ke Malaysia *** (-PARLEMEN-): Legislator: Minta Dinkes Sintang Data Aset di Kecamatan dan Desa *** (-KALBAR-): Mantan Wali Kota Pontianak Ditahan *** BNN Ungkap Jaringan Narkotika Berkedok Pemandu Wisata *** (-KALTIM-): Wagub Kaltim: Efesiensi Anggaran Harus Tetap Proporsional *** (-KALTENG-): Barito Utara Alokasikan Dana Pendidikan Rp61 Miliar *** Bupati Barsel Minta Guru Didesa Tidak Pindah *** (-KALSEL-): Pelindo III Laksanakan Sistem E-Nota Untuk Tagihan

Banner
Banner

Aksi Perusakan Di Kutai Barat Murni Kriminal

Komentar (0)

25 November 2012, 12:41:25 WIB oleh Admin | dilihat: 48 kali

Print

Kalimantan Timur-KUTAI BARAT, (kalimantan-news) - Aksi perusakan disertai pembakaran rumah dan pasar yang dilakukan sekelompok orang di Kabupaten Kutai, Barat, Kalimantan Timur, tidak terkait etnis dan murni kriminal.

"Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Kutai Barat, tidak ada kaitannya dengan etnis tertentu tetapi itu murni kriminal," ungkap Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KKSS (Kerukukan Keluarga Sulawesi Selatan) Kalimantan Timur, Ridwan Tassa, pada konferensi pers bersama Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) dan Dewan Adat Dayak (DAD) di Samarinda, Minggu.

Ridwan Tassa mengajak seluruh warga KKSS di Kaltim khususnya di Kabupaten Kutai Barat agar tidak terprovokasi isu SARA yang banyak berhembus melalui pesan singkat (SMS).

"Pesan singkat yang beredar selama ini tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Jadi, kami (DPW KKSS) telah mengimbau seluruh DPD KKSS, khususnya di Kabupaten Kubar agar tidak terpancing dengan berbagai provokasi sebab ini murni kriminal,"katanya.

"Kami juga meminta aparat keamanan bertindak tegas agar kasus ini tidak meluas," ungkap Ridwan Tassa.

Sementara, Ketua Umum PDKT, Marthin Bila, juga meminta semua elemen masyarakat khususnya warga Dayak di Kaltim, menahan diri dan tidak terpancing isu SARA.

PDKT Kaltim lanjut Marthin Bila yang juga mantan Bupati Kabupaten Malinau itu telah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat di Kaltim, mengevaluasi dan menyikapi perkembangan di Kabupaten Kutai Barat.

Pada pertemuan tersebut juga kata Marthin Bila tokoh masyarakat Kaltim meminta kepada seluruh warga Dayak khususnya yang ada di Kabupaten Kutai Barat agar menaati kesepakatan yang telah dibuat pemerintah setempat bersama tokoh masyarakat serta aparat keamanan dan segera menciptakan suasana aman dan kondusif.

Tokoh masyarakat Dayak Kaltim juga, lanjut dia, menyampaikan terima kasih kepada warga dari luar yang ingin berpartisipasi mengamankan situasi di Kabupaten Kutai Barat namun meminta agar tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat Dayak di Kutai Barat untuk menyelesaikannya secara hukum dan norma-norma adat Dayak.

"Kami terus melakukan pertemuan dengan seluruh komponen masyarakat Dayak di Kaltim dan pada intinya, kami mengajak seluruh warga Dayak khususnya yang ada di Kutai Barat agar bersama-sama menjaga suasana aman dan damai di daerah itu," kata Marthin Bila.

Pengrusakan rumah-rumah dan pasar tradisional di Kabupaten Kutai Barat dipicu cekcok antara seorang warga dengan petugas APMS (agen premium dan minyak solar) di Kecamatan Barong Tongkok pada Jumat (23/11).

Saat itu, salah seorang warga hendak membeli bensin dan oleh petugas APMS dijawab habis, namun warga tadi tetap ngotot sebab melihat masih ada warga lainnya yang mengisi BBM sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung pengeroyokan yang dialami warga tersebut.

Tidak terima dikeroyok, warga tadi kemudian melaporkan kejadian itu ke keluarganya dan Bersama 500 orang yang menggunakan atribut etnis tertentu kembali mendatangi APMS untuk mencari pelaku pemukulan tersebut.

Namun karena tidak menemukan para pelaku massa kemudian merusak APMS hingga berlanjut pada pengrusakan rumah-rumah warga milik salah satu etnis pendatang.

Pada Minggu dinihari, sebuah pasar yang berada di depan Mapolres Kutai barat dibakar sekelompok massa.

"Pada Minggu dinihari, pasar tradisional yang berada di depan Kantor Polres Kutai Barat dibakar massa dan sebelumnya juga beberapa rumah dari etnis tertentu sempat dirusak dan dibakar. Saat ini, situasi masih mencekam dan beberapa warga terpaksa mengungsi di kantor polisi dan Kodim setempat," ungkap salah seorang warga Barong Tongkok, Kutai Barat, Anton, dihubungi Minggu siang. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number