Sintang

SENIN (20/10/2014): (-SEKADAU-): Petani Karet Menjerit Harga Makin Anjlok *** Pembekalan Kepada CPNS K-2, Sekda : Pegawai Harus Jaga Sikap Mental *** Sujinem Terharu Terima Dana Kemanusiaan *** (-KALSEL-): Kotabaru Bangun Rumah Singgah Bagi Warga Dayak *** (-KALTENG-): BPJS Kesehatan Dorong RSUD Seruyan Jadi BLUD *** (-NASIONAL-): Idha Diberikan Waktu Tiga Hari Hadirkan Saksi *** TNI: Malaysia Cabut Rambu Suar Tanjung Datuk *** (-SANGGAU-): Satpol PP Sanggau Amankan Remaja Pengguna Narkoba *** (-KALBAR-): BPMPD : Pemerintah Makin Selektif Mekarkan Desa *** (-PARIWISATA-): Keraton Tayan Gelar Tradisi Mandi Bedil-Perang Ketupat *** (-SINTANG-): Pemkab Sintang Tetapkan Het Gas Tiga Kilogram *** (-EKONOMI-): GAPKI: Perkuat Infrastruktur Hilirisasi Sawit Luar Jawa (-KALTIM-): Pemprov Kaltim Dorong Percepatan Penerapan Pertanian Modern

Banner
Banner

Hambit Bintih : Kalteng Dan Sintang Seperti Sengaja Di Jauhkan

Komentar (1)

27 November 2012, 14:37:38 WIB oleh Eka | dilihat: 95 kali

Print
Hambit Bintih : Kalteng Dan Sintang Seperti Sengaja Di Jauhkan

Sintang-KOTA, (kalimantan-news) - Dalam kunjungan kerjanya ke Sintang, bupati kabupaten Gunung Mas DR.(HC) Hambit Bintih mengatakan bahwa seperti ada skenario yang dibuat agar Kalimantan Barat jauh dengan Kalimantan lainnya.

Bahkan Kalimantan Tengah, dimana salah satu kabupatenya berbatasan langsung dengan kabupaten Sintang di Kalbar juga belum bisa terhubung secara langsung.

“Kita di Kalimantan ini seperti di kondisikan untuk berjauhan. Padahal jarak kita sangat dekat bahkan berbatasan. Kultur dan geografis wilayah kita juga sama,”ungkap bupati Gunung Mas saat ramah tamah dengan pejabat Sintang di pendopo kediaman bupati Selasa (27/11/2012) siang tadi.

Ia pun menuturkan betapa jauh jarak tempuh yang harus dilalui dari Kalteng menuju Sintang. Untuk  ke Kalbar atau ke Sintang, masyarakat Kalteng harus naik terbang ke Jakarta terlebih dahulu baru kemudian ke Pontianak. Begitu juga sebaliknya.

“Kita ini sengaja dijauhkan padahal kita sangat dekat,”ungkapnya di hadapan pejabat Sintang dan kabupaten Gunung Mas yang turut dalam rombongan kunjungan kerja tersebut.

Ia pun mengaku mendukung rencana pemakaran provinsi Kapuas Raya di wilayah di Kalbar. Dengan pemekaran tersebut, daerah akan mendapatakn alokasi dana yang lebih besar dibandingkan bila hanya jadi satu provinsi.

“Kapan lagi kita akan menyedot dana dari pusat sebanyak-banyaknya. Karena kita telah banyak memberikan dana kepada pusat,”ujarnya.

Ia pun menyebutkan kejayaan Kalimantan secara umum saat hutan Kalimantan masih dipenuhi kayu-kayu besar. Belum lagi potensi pertambangan yang menurutnya saat ini tengah diupayakan oleh pusat untuk dilakukan sentralisasi dan hal itu membuat banyak daerah berteriak.

“Sintang ini adalah kabupaten induk dan telah lama jadi kabupaten. Barangkali banyak hal yang bisa kami pelajari di Sintang ini. Apalagi dari segi penduduk, kultur dan kondisi geografisnya kita punya kesamaan,”ujarnya.

Secara khusus kedatangan rombongan pejabat dari kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah ke Sintang adalah dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman tapal batas antar dua kabupaten terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kalimantan.

“Ada wilayah kabupaten Gunung Mas yaitu kecamatan Damang Batu yang berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten Sintang. Untuk  tapal batas tidak ada masalah, hanya penegasan titik-titik koordinatnya saja.

Karena sebelumnya daerah perbatasan antara Kalbar dan Kalteng itu berada di wilayah kabupaten Kapuas dan kabupaten Sintang. tapi sekarang sudah beralih antara kabupaten Gunung Mas dan Sintang,”bebernya.
Dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut menurutnya tidak menutup kemungkinan ke depan akan terbangun infrastruktur darat yang menghubungkan Sintang dengan Gunung Mas.

“Saya sudah buktikan, dari Kuala Purun Kalteng sampai ke Sintang ini diperlukan waktu sekitar 1 jam 15 menit dengan menggunakan pesawat. Saya akan mengajak teman saya bupati Sintang ini untuk membicarakan kemungkinan membuka jalur transportasi itu. Sehingga kita bisa lebih dekat dan bisa lepas dari keterisolasian,”jelasnya.

Apalagi saat ini ada sebuah perusahaan pertambangan raksasa Kalimantan Surya Kencana (KSK) yang mendapatkan izin eksploitasi di wilayah Gunung Mas dan sebagain wilayah kecamatan Ambalau kabupaten Sintang.

“Keberadaan perusahaan itu harus kita manfaatkan agar kedekatan kembali terjalin antara masyarakat Gunung Mas dengan Sintang. apalagi dari sisi kultur dan geografis tidka terlalu berbeda,”jelasnya.

Bupati Gunung Mas memastikan bahwa tidak ada masalahh atau sengketa tapal batas antara wilayahnya dengan wilayah kabupaten Sintang. Penandatanganan nota kesepahaman tapal batas terkait RTRW dilakukan oleh Sekda Sintang H.Zulkifli HA dengan sekda kabupaten Gunung Mas Kasmiar. Usai penandatangana  nota kesepahaman, rombongan bupati Gunung Mas dibawa ke museum Kapuas Raya dan obyek wisata bukit Kelam.

Sementara bupati Sintang Milton Crosby dalam paparan singkatnya di hadapan pejabat kabupaten Gunung Mas menjelaskan tentang program utama Sintang Gerbang Emas – Jakarta Selatan.

“Untuk mendukung terwujudnya Jakarta Selatan, kami mempunyai semboyan 5 As, yaitu kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, kerja keras dan hindari minuman keras,”ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pemkab Sintang tengah membangun sejumlah infrastruktur umum, antara lain pelabuhan sungai dan bandara yang ditargetkan jadi bandara terbesar di wilayah Kalbar. (ast)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • MediaMalam

    MediaMalam:

    02 Oktober 2013, 19:15:07 WIB

    kalau Gunung Mas dan MK sengaja didekatkan ya pak? hahahaha

Beri Komentar




Security Number