Sintang

RABU (23/04/2014): (-SINTANG-): Polres Sintang Kerahkan Anggota Pengamanan Pemilu Ulang di Kayan Hulu dan Ketungau Hulu *** Pemilik Rumah Libas Pencuri Hingga Tewas *** (-PARIWISATA-): Air Terjun Gurong Sumpit Jadi Wisata Alternatif *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kubu Raya Gelar Raker Tingkatkan Layanan Kesehatan *** Singkawang Miliki Sekolah Negeri Berkonsep Sekolah Alam *** Kerajinan Barang Bekas Siswa Diminati Warga Asing *** (-PEMILU-): PDIP Masih Kuasai Kursi Dewan Sekadau *** KPU Kalbar Siap Gelar Pleno Hasil Pemilu *** Kapolres: Komisioner Akui Terima Uang Dari Caleg *** (-PARLEMEN-): Legislator : Perbatasan Masih Minim Perhatian Pemerintah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Yayasan Bosf Perlu Rp26 Miliar Untuk Orangutan *** (-EKONOMI-): Pemprov Kaltim Dukung Kinerja UMKM Dan Koperasi *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pemkab Barito Utara Gelar Operasi Katarak Gratis *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Berharap Pengawas Ujian Nasional Tidak Arogan *** Pelaksanaan UN SLTP Sederajat Dimajukan Setengah Jam

Banner
Banner

UMK Pontianak Tahun 2013 Rp1,165 Juta

Komentar (0)

04 Desember 2012, 13:37:09 WIB oleh Admin

Print
 UMK Pontianak Tahun 2013 Rp1,165 Juta

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Upah Minimum Kota (UMK) Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, pada 2013 sebesar Rp1.165.000, kata Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pontianak Syaiful Rahman.

"UMK sebesar Rp1,165 juta sesuai Surat Keputusan Gubernur Kalbar No. 632/KESSOS/2012 tertanggal 14 November 2012," katanya di Pontianak, Selasa.

Syaiful mengimbau kepada seluruh perusahaan di Kota Pontianak agar menerapkan UMK sebagaimana yang tertuang dalam SK gubernur Kalbar tersebut.

"Penetapan UMK kami harapkan bisa meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat Kota Pontianak umumnya," katanya.

Dinsosnaker Kota Pontianak secara resmi menerima SK Gubernur Kalbar tentang penetapan UMK tahun 2013 itu pada Selasa.

"Kami akan segera menyosialisasikan penetapan UMK untuk tahun 2013, dan penetapan UMK ini tidak ada pengecualian, artinya UMK ini berlaku bagi seluruh perusahaan yang mempekerjakan karyawan-karyawannya," katanya.

Pihaknya akan mengkaji penetapan upah bagi usaha-usaha tertentu seperti usaha kecil, menengah, dan besar.

Menurut Syaiful, sebelum penetapan UMK, terlebih dahulu dibahas oleh dewan pengupahan yang melibatkan Apindo, perwakilan perusahaan, serikat pekerja, Gapensi, Kadin, dan unsur-unsur terkait lainnya termasuk dari pemerintah.

"Semua yang terkait memang sudah dilibatkan, makanya sewaktu penetapan UMK sudah tidak ada masalah lagi," katanya.

Ia mengatakan, UMK yang ditetapkan telah melalui pembahasan dengan mengacu pada parameter di antaranya Kebutuhan Hidup Layak (KHL), laju pertumbuhan ekonomi, dan inflasi. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number