Sintang

KAMIS (24/07/2014): (-SINTANG-): 90 Napi Lapas Sintang Dapat Remisi *** Air Kapuas Tak Layak Konsumsi *** Bupati Izinkan Gunakan Mobnas Untuk Mudik *** Kelanjutan Pembangunan Jalan Sungai Ukoi-Tugu Sebeji, Bupati Sarankan Kontraktor Bentuk Tiga Divisi *** DKPK Siaga Kebakaran Dan Sampah *** (-PARIWISATA-): Libur Lebaran, Disbudpar Targetkan Raub Restribusi Rp 60 Juta *** (-SEKADAU-): Bupati Ingatkan Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat *** GKII Daerah Belitang Baru Gelar Rakerda Ke-III *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pulau Larilarian Kembali Masuk Wilayah Kotabaru Kalsel *** (-KALIMANTAN BARAT-): BPN Kubu Raya Kekurangan Juru Ukur *** (-KALIMANTAN TIMUR-): 2.205 Peserta Siap Ikuti UN Paket B

Banner
Banner

Tidak Ada Rencana Kenaikan Harga BBM 2013

Komentar (1)

29 Desember 2012, 13:05:28 WIB oleh Admin | dilihat: 5 kali

Print

Jakarta, (kalimantan-news) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik memastikan tidak ada rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi pada 2013.

"Sepanjang tidak ada alasan kuat untuk menaikkan BBM, maka harganya tidak akan naik," kata Jero dalam konferensi pers kinerja satu tahun menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan selama ini arus investasi berjalan dengan lancar dan pertumbuhan ekonomi baik. Kenyataan itu yang membuat pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi di tahun 2013.

Jero mempersilakan para pengamat dan analis memberikan pandangan mengenai perlu atau tidaknya kenaikan harga BBM tersebut. Namun pemerintah tetap memegang kebijakan tidak akan menaikkan harga BBM jika tidak ada keadaan genting yang terjadi di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, penyaluran BBM bersubsidi selama 2012 mencapai 45,27 juta kilo liter (KL), melebihi kuota APBN-P sebesar 40 juta KL. Peningkatan ini terutama disebabkan naiknya jumlah kendaraan bermotor akibat pertumbuhan ekonomi.

Selama 2012 harga BBM tidak naik karena sesuai APBN-P 2012 harga ICP selama enam bulan terakhir 2012 tidak melampaui 15 persen dari asumsi dalam APBN-P sebesar 105 dolar AS per barel.

Kementerian ESDM memperkirakan realisasi penyaluran BBM bersubsidi yang melampaui target membuat realisasi subsidi energi juga melebihi target APBN-P 2012. Karena dari target subsidi BBM sebesar Rp137,4 triliun diperkirakan realisasinya sebesar Rp216,8 triliun.

Jumlah tersebut apabila ditambah dengan perkiraan realisasi subsidi listrik sebesar Rp93 triliun, maka realisasi subsidi energi secara keseluruhan mencapai Rp309,8 triliun atau sekitar 18 persen dari APBN-P 2012.

Kementerian ESDM memperkirakan subsidi energi tahun 2013 turun menjadi Rp272,4 triliun. Jumlah itu terdiri dari subsidi BBM senilai Rp193,8 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp78,6 triliun.

Kementerian ESDM menegaskan penerimaan sektor ESDM tahun 2012 senilai Rp415,20 triliun lebih besar dibandingkan subsidi energi senilai Rp309,78 triliun di tahun yang sama. Untuk tahun 2013 diperkirakan subsidi energi sebesar Rp272,44 triliun dan penerimaan sektor ESDM mencapai Rp403,36 triliun. (das/ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • ANTHON

    ANTHON:

    30 April 2013, 11:11:32 WIB

    SEBAIKNYA SUBSIDI BBM SEKALIAN DICABUT SEMUA DANPEMBERIAN SUBSIDIKEPADA KENDARAAN UMUM DIBERIKAN LEWAT PEMOTONGAN PAJAK,ISIN TRAYEK,DAN APA 2 YANG MENJADI BEBAN KENDARAAN UMUM

Beri Komentar




Security Number