Sintang

RABU (01/10/2014): (-SINTANG-): Kapolres Sintang Tatap Muka Dengan PHL DKPPK *** (-MELAWI-): Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian *** Arpusda Melawi Terkendala Gedung *** Pensiun Massal, Ancaman Kekurangan Guru Semakin Besar *** Ribuan Pasang Mata Saksikan Penutupan BKSN *** (-SEKADAU-): Pemkab Jajaki Dokter Spesialis Mata *** Ribuan Pasang Mata Saksikan Penutupan BKSN

Banner
Banner

Hasil Pilkada Seruyan Menarik Dikaji

Komentar (4)

11 April 2013, 13:34:45 WIB oleh Admin | dilihat: 131 kali

Print

Kalimantan Tengah - SERUYAN, (kalimantan-news) - Pengamat politik Donny Y Laseduw menilai hasil Pilkada Bupati Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah dimana calon perseorangan mengalahkan calon koaliasi besar parpol, sangat menarik untuk dikaji.

Calon perseorangan yang mampu mengalahkan calon yang didukung 12 partai politik (parpol), sebuah fenomena manarik, kata Donny yang juga staf ahli DPRD Provinsi Kalteng kepada wartawan di Palangka Raya, Kamis.

"Apakah kekalahan itu karena solidaritas parpol kurang dan hanya menghantarkan seseorang sebagai calon kepala daerah atau ada permasalahan lain. Jadi kekalahan calon yang diusung sembilan parpol di Seruyan menjadi fenomena luar biasa menarik," ucapnya.

Berdasarkan pleno KPU Seruyan pasangan nomor urut satu Sudarsono-Yulhaidir (Surya) dari perseorangan meraih 42.226 atau 53,65 persen dan ditetapkan sebagai pemenang mengalahkan nomor urut dua H Ahmad Ruswandi-H Sutrisno (Harus) yang diusung PDIP, Demokrat, Golkar, PKB, PAN, Hanura, Gerindra, PPRN, PKPB, PBB, PPP dan Partai Kedaulatan hanya meraup 36,36 dari total suara sah.

Donny mengatakan hasil telak pesta demokrasi di Seruyan seolah mengukuhkan rakyat telah jenuh dengan sepak terjang parpol dan ketidakpuasan terhadap pemerintah setempat yang mengusung anaknya sebagai 'putra mahkota'.

"Saya kira semua peneliti politik bakal melirik seruyan karena kalau tidak salah kemenangan pasangan perseorangan di pilkada Seruyan ini ke-7 di Indonesia yang menang melawan parpol," ungkap dosen terbang fakultas Hukum Universitas Palangka Raya itu.

Donny yang juga Ketua Lembaga Hukum dan Politik Harati Kalteng itu juga melihat kemenangan calon perseorangan pada konteks tipologi pemilih di seruyan. Dia menyebut prakondisi itu dalam ketergantungan di tiga hal yakni kultur, agama dan dukungan finansial di dua pasangan yang maju.

Kultur pemilih di Seruyan kental dengan paternalistik atau kedekatan terhadap para tokoh, kekuatan modal untuk berpolitik juga menjadi faktor penting, dan masyarakat kelas apapun selalu merasa berhadapan atau melawan penguasa.

"Ini juga menunjukkan kebosanan rakyat sangat tinggi sehingga dipilih tokoh lain di luar lingkaran kekuasaan sekarang. Atau bisa jadi calon yang diajukan incumbent kurang kualitasnya di mata masyarakat. Bisa juga visi misi kurang kuat dan yang ternyata mesin parpol tidak jalan dengan baik," ucapnya. (das/ant)

Komentar (4)

Beri Komentar
  • Fitriyana

    Fitriyana:

    18 April 2013, 03:16:19 WIB

    saya sangat setuju dengan analisa yang disampaikan, dan yang pasti masyarakat seruyan sudah pandai berpolitik dan sudah siap mengantarkan rakyat seruyan ke depan pintu gerbang \"Kemerdekaan\" menggunakan hak pilih dalam menentukan pemimpin yang berkualitas, jujur, akuntabilitas serta profesionalisme agar masyarakat Seruyan lebih maju...karena suara hati nurani rakyat adalah suara Tuhan.....kasian masyarakat Seruyan sudah 10 Tahun masih aja tertinggal.... dan masih aja ga ada perubahan....mudah2an aja dengan pemimpin baru yang diusung oleh hati nurani rakyat...seruyan.... akan banyak membawa semangat baru... kerja keras membenahi seruyan agar tidak Disclaimer.....dalam mengelola keuangan dan aset negara di Seruyan.....amiiiiiiiin 1000X

  • fadli

    fadli:

    25 April 2013, 06:06:37 WIB

    saya asli orang seruyan tapi saya dinas di pemkot batu-malang..
    selamat untuk pasangan Sudarsono-Yulhaidir.. bangun Seruyan agar lebih maju dan sejahtera..

  • Syaiful amin

    Syaiful amin:

    31 Mei 2013, 05:07:12 WIB

    KADER PKS,SUDARSONO,MENARIKKAH UNTUK JUGA DIKAJI?

  • Fajriannor

    Fajriannor:

    01 Januari 2014, 04:10:38 WIB

    Mohon maaf kepada bapak saya tidak setuju dengan pengamatan bapak, saya sebagai putra daerah merasa ini tidak sesuai dengan dilapangan, saya sarankan kepada bapak harus turun kelapangan untuk mengetahui kebenarannya, bapak hanya mengamati dari media atau perseorangan saja........

Beri Komentar




Security Number