Sintang

KAMIS (24/07/2014): (-SINTANG-): 90 Napi Lapas Sintang Dapat Remisi *** Air Kapuas Tak Layak Konsumsi *** Bupati Izinkan Gunakan Mobnas Untuk Mudik *** Kelanjutan Pembangunan Jalan Sungai Ukoi-Tugu Sebeji, Bupati Sarankan Kontraktor Bentuk Tiga Divisi *** DKPK Siaga Kebakaran Dan Sampah *** (-PARIWISATA-): Libur Lebaran, Disbudpar Targetkan Raub Restribusi Rp 60 Juta *** (-SEKADAU-): Bupati Ingatkan Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat *** GKII Daerah Belitang Baru Gelar Rakerda Ke-III *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pulau Larilarian Kembali Masuk Wilayah Kotabaru Kalsel *** (-KALIMANTAN BARAT-): BPN Kubu Raya Kekurangan Juru Ukur *** (-KALIMANTAN TIMUR-): 2.205 Peserta Siap Ikuti UN Paket B

Banner
Banner

PNPM Kalteng Kesulitan Mencari Tenaga Teknik Sipil

Komentar (0)

14 April 2013, 12:15:32 WIB oleh Admin | dilihat: 21 kali

Print

Kalimantan Tengah - PALANGKA RAYA, (kalimantan-news) - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMdes) Kalteng kesulitan memenuhi pengadaan tenaga Teknik Sipil untuk mengisi formasi Fasilitator Teknik Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Kalau ada yang melamar sekarang langsung diterima Ucap Kepala BPMDes Kalteng, I.Ketut Widhie W kepada Antara Jum at, "Kita sangat membutuhkan beberapa lulusan Teknik Sipil untuk mengisi posisi Fasilitator Teknik PNPM di sejumlah kecamatan"Lanjutnya.

Kata Ketut, saat ini program PNPM sangat membutuhkan sekitar 20 hingga 30 teknisi sipil untuk ditugaskan di beberapa kecamatan. Tenaga teknik sipil diperlukan untuk menangani proyek-proyek fisik, seperti pembangunan jalan dan sarana publik lainnya di pedesaan.

Personil yang dibutuhkan untuk mendukung PNPM ini ditargetkan maksimal empat orang setiap kecamatan. Diantaranya tenaga Fasilitator Kecamatan, Fasilitator Teknik, Fasilitator Keuangan dan Asisten Fasilitator.

Sejauh ini penyelenggara program PNPM Mandiri Pedesaan sangat kesulitan mencari tenaga professional untuk mendukung program pemerintah ini.

 Setiap kita buka penerimaan, yang datang paling delapan orang, itu pun setelah diberi arahan tentang gambaran pekerjaan di lapangan, biasanya hanya beberapa saja yang meneruskan hingga kontrak kerja, yang lain langsung mengundurkan diri sebelum bertempur Kata dia.

Parahnya lagi, lanjut Ketut, diantara petugas banyak juga yang mengundurkan diri setelah bertugas selama beberapa hari karena tidak betah tinggal di pedesaan.

Disisi lain, sesuai pengalaman BPMDes, petugas PNPM yang direkrut dari luar Kalteng biasanya lebih betah dan serius menjalankan tugasnya dibanding penduduk asli Kalteng. Diantaranya tenaga kerja dari Pulau Jawa atau Sumatera, mereka yang melamar melalui website terlihat lebih antusias.

 Contohnya tiga tahun lalu kita rekrut beberapa orang dari Medan dan Jakarta, sampai sekarang mereka masih bertugas di pedesaan, selain menjalankan fungsinya sebagai fasilitator PNPM, rupanya mereka juga mengembangkan beberapa potensi ekonomi penting di pedesaan Pungkasnya. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number